Wali Kota : Warga Mampu Jangan Terima Bantuan, Berikan ke yang Membutuhkan

by
PANTAU – Wali Kota HM Saelany Machfudz SE didampingi Asisten Pemerintahan Setda Soesilo SH dan Plt Dinsos-P2KB, Ir Budiyanto MPi MHum, ikut langsung turun ke lapangan guna memantau penyaluran bantuan di Gedung Serba Guna Medono, Senin (11/5/2020).

KOTA – Komitmen Pemkot Pekalongan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang dinamakan program jaring pengaman sosial (JPS) mulai direalisasikan di semua kelurahan di Kota Pekalongan, Senin (11/5/2020).

Bahkan biar pendistribusian berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan, Wali Kota HM Saelany Machfudz SE didampingi Asisten Pemerintahan Setda Soesilo SH dan Plt Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan Ir Budiyanto MPi MHum, ikut langsung turun ke lapangan guna memantau penyaluran bantuan.

Dari 27 kelurahan, rombongan yang dipimpin Wali Kota meninjau 4 kelurahan. Masing-masing Kelurahan Medono, Kelurahan Sapuro Kebulen, Kelurahan Noyontaansari, dan Kelurahan Banyurip.

Usai meninjau penyaluran bantuan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial yang diterimakan sebesar Rp600 ribu untuk tiga bulan mendatang disalurkan untuk membantu warga Kota Pekalongan di tengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah pelaksanaan penyaluran bantuan ini berjalan lancar dan sistemnya sudah dipersiapkan sedemikian rupa, tapi kalau kita melihat siapa yang mendapatkan dan siapa yang tidak ini yang masih menjadi problem karena Pak RT setempat yang seharusnya tahu pertama kondisi warganya. Jalan keluarnya memang yang paling utama kesadaran masyarakatnya sendiri dulu,” pinta Saelany.

Wali Kota menegaskan bagi masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan tersebut sebaiknya untuk diberikan kepada warga lain yang benar-benar membutuhkan yakni warga yang betul-betul miskin dan terdampak tetapi belum menerima bantuan apapun baik dari bantuan pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah setempat.

“Kami mengingatkan juga yang mendapatkan bantuan dobel itu baik dari bantuan kota, provinsi dan pusat bisa dengan sadar menolak, melaporkan atau mempunyai itikad baik untuk mengembalikan dan memberikan bantuan tersebut kepada yang berhak dan sangat membutuhkan,” ucapnya.

Walikota berharap bantuan yang disalurkan ini dapat dimanfaatkan sebaik-sebaiknya, sebagai wujud syukur yang harus diterima, terlebih pemerintah sudah mempunyai kepedulian kepada warganya, tidak hanya pemerintah saja tetapi juga lembaga, komunitas dan instansi lain juga saat ini banyak yang saling membantu di tengah pandemic Covid-19 ini.
“Kami harap diharapkan bisa meringankan beban warga,” papar Saelany.

Sementara itu, Plt DinsosP2KB Kota Pekalongan, Ir Budiyanto,MPi,MHum mengungkapkan penyaluran BLT ini dilakukan dua tahap yakni tahap pertama untuk Bulan April dan Mei (dirapel) sebesar Rp400 ribu dan tahap kedua dilakukan pada Bulan Juni mendatang sebesar Rp200 ribu.

Menurut Budiyanto, penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 ini se-Kota Pekalongan serentak dimulai pada hari ini, Senin 11 Mei 2020 di 27 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan.

“Tahap pertama akan disalurkan kepada 33.086 warga dengan masing-masing menerima Rp400 ribu untuk dua bulan yakni Bulan April dan Mei, sementara untuk tahap kedua akan dibagikan pada Bulan Juni sebesar Rp200 ribu per KK. Bagi yang belum terdaftar agar segera berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk diusulkan dalam JPS tahap berikutnya (infokus). Dengan catatan, warga tersebut memang betul-betul tidak mampu dan belum menerima bantuan sama sekali baik dari bantuan PKH maupun bantuan sembako(BPNT) agar tidak adanya tumpang tindih data,” tandas Budiyanto.

Di tempat terpisah, Abdul Wahab, warga Banyurip yang menerima bantuan mengaku senang. Pasalnya sangat membantu keuangan keluarganya ditengah dirinya tidak bekerja. “Saya mengucapkan terima kasih. Nanti bantuan ini, saya manfaatkan untuk membeli kebutuhan pokok keluarga,” pungkasnya. (dur)