Fokus Corona, Jangan Lengah DBD

by

**Sampai April Ada 186 Kasus, Empat Balita Meninggal

EVALUASI – Bupati Batang Wihaji saat memimpin rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

BATANG – Bupati Batang, Wihaji meminta masyarakat tidak hanya fokus pada Pandemi Covid-19, melainkan juga mewaspadai penyakit tahunan demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan oleh serangan nyamuk Aedes Aegypti.

Menurut Wihaji, korban meninggal dunia karena terinfeksi virus corona di Kabupaten Batang lebih sedikit dibandingkan dengan angka kematian yang disebabkan karena penyakit DBD.

“Sejak Januari hingga April 2020 ini, jumlah kasus kematian karena DBD sudah empat orang, sedang kasus kematian pasien positif Covid-19 hanya 1 orang. Artinya kita harus waspada juga terhadap penyakit DBD, jangan sampai ini memperburuk Covid-19 di Batang,” ujar Wihaji saat rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (11/5/20).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Muchlasin mengatakan, bahwa sejak bulan Januari hingga April 2020 kasus DBD di wilayahnya sudah mencapai 186 orang, dengan korban meninggal dunia empat orang.

“Dari kasus DBD yang meninggal 4 orang terbanyak di Kota Batang, yang usianya masih balita hingga anak – anak,” jelasnya.

Aadapun untuk mengantisipasi wabah tersebut, Dinkes melalui Puskesmas berupaya melakukan penyuluhan untuk menjaga kebersihan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Sebenarnya kasus kematian karena DBD di Batang lebih banyak, tapi akhirnya tertutup oleh Covid-19. Hal itu dikarenakan masyarakat menganggap demam berdarah itu sudah biasa,” tandasnya. (fel)