Sekolah Berikan Kuota Internet Belajar

by -

*SMKN 1 Warungasem

BELAJAR DI RUMAH – Kegiatan siswa SMKN 1 Warungasem
saat menjalani program belajar di rumah.

BATANG – Sudah sebulan lebih pelajar se Indonesia mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah. Pembelajaran sistem ini pun membuat pelajar harus menyediakan kuota internet. Melihat kondisi ini, SMKN 1 Warungasem pun berinisiatif untuk memberikan bantuan kuota internet untuk anak didiknya. Pasalnya tidak semua siswa berasal dari keluarga yang mampu, dan bisa saja secara tidak langsung dari segi ekonomi terdampak Covid-19.

Kepala SMKN 1 Warungasem, Catur Puji Raharjo menjelaskan, bantaun ini diberikan menindaklanjuti Permendikbud nomor 19 Tahun 2020 tentang perubahan Juknis penggunaan dana BOS Reguler tahun 2020. Menurutnya perubahan juknis ini memperbolehkan penggunaan dana BOS untuk membantu pembelian paket data bagi pendidik dan peserta didik.

“Sesuai amanat pada Pasal 9A ayat 1 a dari permendikbud tersebut, sekolah kami memberikan bantuan berupa qouta paket data untuk seluruh siswa kelas X dan XI dengan ketentuan bahwa orang tua siswa terbukti secara ekonomi terdampak Covid-19 dan bukan PNS. Untuk siswa kelas XII dikarenakan sudah tidak ada pembelajaran maka tidak diberikan bantuan kuota,” jelas Catur.

Lebih lanjut Catur menjelaskan bahwa besaran pemberian kuota dan lamanya waktu pemberian kuota berdasarkan pada kemampuan keuangan sekolah.

“Dana BOS tidak hanya dipakai untuk membantu kuota internet siswa tapi juga dipakai untuk kegiatan operasional sekolah yang lain. Seperti pembayaran honor bagi Guru dan TU, pembayaran listrik, internet dan pengeluaran operasional sekolah lainnya sesuai dengan juknis penggunaan BOS,” imbuh Catur.

Selama belajar di rumah siswa SMKN 1 Warungasem sendiri melakukan pembelajaran online atau pembelajaran daring. Dimana guru menggunakan berbagai aplikasi untuk menyampaikan materi pembelajaran seperti WhatsApp, youtube, google class room, Microsoft 365, Quiper school, Quizizz, Email, Zoom, Edmodo, Moodle, Instagram dan aplikasi lainnya. Disamping itu, siswa juga dapat belajar dari aplikasi yang disediakan oleh Depdikbud seperti Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IdonesiaX, Googel for Education, Kelas Pintar, Ruang Guru, Ruang Guru dan Cisco Webex.

“Banyak sekali aplikasi pendukung yang kami gunakan selama proses belajar di rumah. Oleh karenanya ketersediaan kuota internet menjadi hal yang wajib dimiliki siswa maupun guru. Karena masa sekarang ini tengah dalam situasi pandemi, oleh karenanya kami berusaha mengatur penggunaan BOS agar bisa mendukung program pembelajaran daring ini tanpa mengesampingkan kebutuhan yang lain,” pungkas Catur. (nov)