Rombongan Satu Bus Santri Gontor Jatim Jalani Pemeriksaan

by

*Berasal dari Berbagai Daerah

DIPERIKSA – Tiba di Kendal, rombongan santri Ponpes Darussalam Gontor Jawa Timur berasal dari berbagai daerah di Jateng jalani pemeriksaan yang dilakukan petugas Dinkes Kendal.

KENDAL – Rombongan santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor Jawa Timur berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Rembang dan Kudus, dengan menggunakan armada satu bus, tiba di Kendal, Selasa (5/5).

Rombongan satu bus itu langsung diarahkan ke Stadion Utama Kendal, guna menjalani screening, pemeriksaan suhu tubuh dan ditanya keluhannya. Selain itu juga dimintai data lengkap. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah terpapar vitus corona apa tidak sebelum mereka pulang ke rumahnya masing-masing.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kendal Novie Saptaning Tyas mengatakan, ada satu bus dari ponpes Gontor Jatim berisi santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka akan pulang ke rumah masing-masing dan sebelumnya dicek suhunya. “Hasilnya bagus, semua rata rata 36 dan 37 derajat,” katanya.

Novi mengungkapkan, pada rombongan satu bus itu awalnya tercatat ada sebanyak 24 santri namun ada dua yang tidak pulang sehingga hanya 22 santri. Tak hanya melakukan pemeriksaan, dinas kesehatan juga menghimbau agar santri tidak keluar rumah selama 14 hari.

“Jika ada keluhan segera melapor ke aparat desa agar segera dikoordinasikan dengan petugas medis untuk segera mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Salah satu santri yang hendak pulang ke Blora Santri asal Blora, Ahmad Mutarom mengaku semua santri saat masih di Ponpes Gontor sudah dilakukan screening namun sampai di Kendal dilakukan pemeriksaan lagi dan hasilnya semua bagus tidak ada yang dicurigai.

“Sebelum perjalanan pulang, semua santri sudah dicek suhu tubuhnya saat masih di Ponpes Gontor,” katanya.

Kepulangan rombongan santri ini mendapat pengawasan ketat. Pintu gerbang Stadion utama Kendal ditutup. Bagi penjemput santri dilarang masuk dan harus menunggu pemeriksaan selesai yang dilakukan dinas kesehatan. (lid)