Sungai Meduri Meluap

by

**Tiga Desa Kebanjiran

TINJAU PESISIR – Bupati Asip Kholbihi meninjau sejumlah desa di Kecamatan Tirto yang terdampak melimpasnya aliran Sungai Meduri, kemarin.

TIRTO – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan tinjauan ke sejumlah desa di Kecamatan Tirto yang terdampak limpasan Sungai Meduri, Selasa (5/5/2020). Tinjauan kali ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi tiga desa yang terdampak limpasan, yaitu Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Jeruksari, dan Desa Karangjompo.

Untuk menangani hal tersebut, Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera merealisasikan pembangunan tanggul darurat guna menghalangi air masuk ke pemukiman warga.

‘’Ini kita mencari solusi dengan kepala desa Mulyorejo, Tegaldowo, Jeruksari dan Karangjompo kaitannya dengan dampak limpasan Sungai Meduri ini. Nanti pas air pasang mulai jam 2 ini bisa masuk ke pemukiman warga. Oleh karena itu, ini harus ada penanganan darurat dengan tanggul darurat karena Sungai Meduri ini secara kewenangan ada di PSDA provinsi yang tahun ini akan ada proyek pembangunan parapet sepanjang sungai ini, sehingga penahan tebing sungai ini lebih kuat lagi,’’ kata Bupati.

Bupati menjelaskan, pembangunan tanggul darurat ini dilakukan untuk menanggulangi dampak air limpasan Sungai Meduri sembari menunggu pembangunan parapet di sepanjang Sungai Meduri oleh PSDA provinsi yang akan direalisasikan tahun ini.

‘’Karena ini kondisi darurat dan karena air pasang akan masuk ke pemukiman, maka akan kami lakukan penanganan darurat dengan menimbun material karung-karung untuk menahan air masuk. Ini yang biasanya viral di medsos akan segera kita tangani,’’ jelas Bupati.

Adapun untuk realisasi pembangunanya sendiri, Asip mengungkapkan, pembuatan tanggul darurat ini akan segera direalisasikan dan Pemkab Pekalongan telah berkoordinasi dengan PSDA Provinsi Jawa Tengah.
‘’Pembuatan tanggul darurat ini akan langsung kita realisasikan dan kami sudah berkoordinasi dengan PSDA provinsi,’’ ungkap Bupati.

Sementara untuk sumber anggaran pembuatan tanggul darurat ini, Bupati mengatakan akan menggunakan anggaran dari provinsi terlebih dahulu.

‘’Untuk anggarannya, sementara dari provinsi dahulu. Kemudian dari kabupaten nanti melalui BPBD dan DPU akan menyediakan karung-karung untuk membantu penyiapannya,’’ kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengatakan bahwa tinjauannya kali ini sekaligus untuk mengecek kondisi sosial kemasyarakatan dengan adanya dampak Covid-19.

‘’Sekaligus kali ini kita juga mengecek kondisi sosial kemasyarakatan dengan adanya dampak Covid-19. Dan ada laporan dari kepala desa bahwa bantuan tahap pertama dari Pemkab Pekalongan yang telah disalurkan ternyata cukup membantu masyarakat dan Insya Allah minggu depan akan kita salurkan lagi untuk tahap kedua,’’ imbuhnya. (had)