400 KK Rdi Desa Pajomblangan Terima Paket Sembako

by

*Program JPS bagi Warga Terdampak Covid

BANTUAN – Kepala Desa Pajomblangan, Imam Mabrur (kedua dari kanan) memberikan bansos paket sembako kepada warganya yang terdampak COVID-19 atau virus corona.

KEDUNGWUNI – Pemerintah Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, mendistribusikan bantuan sosial dari Pemkab Pekalongan yang merupakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk masyarakat atau warga yang terdampak COVID-19 di daerah Pajomblangan.

Kades Pajomblangan, Imam Mabrur mengatakan, ada sekitar 400 KK warga miskin yang akan mendapatkan bantuan sosial tersebut yang berupa paket sembako senilai Rp 150 ribu. “Bantuan tersebut nantinya akan dibagikan untuk 2 bulan,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).

Dijelaskan, mekanisme pendataan sasaran dilakukan melalui verifikasi data secara berjenjang dari tingkat RT lalu berlanjut tingkat RW. Sementara selaku pendamping dan pengawas, LPMD dan BPD akan memverifikasi data usulan yang ada. Adapun untuk kriteria penerima BLT, kata Imam, adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah sekali dan untuk penerima paket sembako untuk warga miskin atau sedang yang terdampak COVID-19.

Menurut Imam, nantinya bantuan untuk Desa Pajomblangan sendiri tidak hanya bersumber dari Pemkab, sebab ada pos bantuan lainnya. Rinciannya, BLT Kemensos ada 163 KK, BLT Dana Desa ada 137 KK, PKH/BPNT ada 172 KK, KKS ada 16 KK, dan bansos kabupaten yang sudah diterima ada 400 KK.

“Masyarakat yang terdampak COVID-19 ini relatif bisa mendapatkan manfaat dari program pemerintah, baik itu yang berupa BLT maupun yang paket sembako,” ucapnya.

Dampak ekonomi sendiri di Desa Pajomblangan sangat terasa sekali karena mayoritas warga bermatapencaharian buruh jahit, sedangkan untuk daerah pemasarannya khususnya di kota besar seperti Jakarta sudah diberlakukan PSBB. Sehingga nyaris pekerjaan konveksi itu berhenti total sejak satu setengah bulan yang lalu. “Makanya banyak warga kami yang menganggur dan menjadi korban terdampak COVID-19,” pungkasnya.

Harapannya, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak COVID-19 tanpa mengabaikan bahaya dari COVID-19 itu sendiri. Masyarakat harus serius melakukan himbauan dari pemerintah dan jangan mengabaikan ancaman serius dari COVID-19. (pet)