Salut, Warga Noyontaansari Organisir Bantuan untuk Warga Tak Mampu

by
BERBAGI – Bukti kepedulian bersama RT 1 Rw 8 Kelurahan Noyontaansari
berbagi bantuan kepada tetangganya.

NOYONTAANSARI – Di masa pandemi Covid-19, sinergi pemerintah dengan masyarakat sangatlah penting peranannya, baik dalam pencegahan maupun penanggulangan dampaknya. Hal ini pula yang terus digiatkan di Kelurahan Noyontaansari, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, utamaya di Bulan Ramadan 1441 ini.

Pemerintah kelurahan selain mengorganisir pola pencegahan mulai dari penyemprotan, sosialisasi hingga wajib masker, juga perlu adanya sinergi dengan semua elemen masyarakat untuk bersatu dan saling bahu membahu menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Demikian diungkapkan Safrudin Nasution, Lurah Nyontaansari. Menurutnya, sinergi pencegahan itu harus dimulai dari lingkungan kelurahan sendiri. “Kedinasan sesuai petunjuk dari Kota. Sebenarnya ya ada 50% kerja di rumah dan kerja di sini. Tapi kita tetap eksis, setiap hari,” ungkapnya, Selasa (28/4/2020).

Setalah itu, barulah menggerakkan warga masyarakat untuk bersama-sama menggiatkan aktivitas pencegahan di lingkungan pemukiman. Salah satunya dengan konsistensi gerakan Kampung Tour Siaga.

“Kampung Tour Siaga sampai dengan kemarin menjelang puasa kita melakukan penyemprotan dari kampung ke kampung semua rumah,” jelasnya.

Namun pelaksanaan berbagai aktivitas pencegahan selama Bulan Suci Ramadan tetap memerhatikan situasi dan kondisi warga yang sedang berpuasa.

“Dan kami juga masih merencanakan waktunya karena bulan puasa dengan pelaksanaan penyemprotan akan situasi dan kondisi. Tetap diupayakan kegiatan itu,
karena itu bagian dari antisipasi,” paparnya.

Sementara terkait dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan, lanjut Safrudin, pihaknya sudah menerima laporan dan masukan dari warga sendiri. Namun pihaknya masih percaya bahwa warga Kelurahan Noyontaansari adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa yang tidak akan mudah putus asa dalam menghadapi pandemi ini.

“Dampak sosial jelas pengaruh. Cuman belum parah, artinya sampai tidak bisa makan. Tapi perhatian pemerintah kan sudah mulai nampak, sekalipun ada sebagian yang belum terealisasi. BPPNT secara nasional juga sudah. Kemudian kemarin juga ada pendataan yang berdampak itu sudah kami laksanakan tinggal menunggu pencairan, “urainya.

Kata dia, sembari menunggu bantuan riil dari pemerintah, pemerintah kelurahan bersyukur karena ada beberapa RT yang sudah mengorganisir bantuan dari warga yang memiliki kelebihan ekonomi untuk disalurkan kepada warga yang terkena dampak cukup parah.

“Bantuan dari pemerintah belum. Yang ada dari individu masyarakat itu kemarin ada dari RT 1 RW 8, mulai memberdayakan diri, inisiatif dari pengurus RT itu menghimpun
orang-orang mampu disitu peduli dengan yang berdampak. Itu justru lebih tepat sasaran dan saya senang,” tutur Safrudin.

Ia berharap, sinergi dan gotong royong antar warga kelurahan untuk menolong sesamanya terus digelorakan. Karena selain bagian dari ibadah di Bulan Suci Ramadan, juga akan mempermudah pemerintah dalam melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggunalan dampak.

“Mudah-mudahan RT-RT yang lain bisa seperti itu juga. Karena sudah sewajarnya situasi yagn seperti ini orang yang berkelebihan atau yang mampu, meskipun ngga dimintapun dia harus tahu, tapi harus ada yang ngoordinir kaya gitu jadi lebih jelas. Semoga RT-RT yang lain juga sadar,” imbuhnya.

Dengan sinergi yang baik dan konsisten antara pemerintah dan warga, penanggulanan wabah pandemi covid 19 diharapkan segera menemui hasil yang baik. “Semoga semua warga kelurahan selamat, sehat dan aman hingga pendemi ini dinyatakan berakhir,” pungkasnya. (ap3)