Banom NU Bagikan Sembako dan Masker ke Warga dan Tukang Becak

by

*Tebar Kepedulian Ciptakan Kemaslahatan
*Ditengah Pandemi Covid-19
*Dipantau Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19

SERAHKAN – Wakil Bupati Kendal, yang juga Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, serahkan paket sembako kepada warga kurang mampu di kegiatan Baksos yang diprakarsai Muslimat-Fatayat Desa Pidodokulon.

KENDAL – Badan Otonom (Banom) dibawah naungan organisasi Nahdatul Ulama (NU) di Kabupaten Kendal menggelar bakti sosial di tengah pandemi covid-19 dengan tajuk tebar kepedulian ciptakan kemaslahatan. Bantuan berupa paket sembako dan masker seta hand sanitizer itu diberikan kepada warga kurang mampu dan tukang becak.

Kegiatan itu mendapatkan pantauan dari tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kendal. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Kendal Masrur Maskur kepada warga yang berhak menerimanya di halaman Madrasah Subanul Panitian Baksos Sukesi, mengatakan kegiatan baksi sosial pemberian paket sembako, masker dan hand sanitizer ini diprakarsai oleh badan otonom dibawah NU yang ada di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon. Yakni Muslimat, Fatayat, GP Ansor, dan IPNU-IPPNU. Sasaran bakti sosial warga kurang mampu dan tukang becak terdampak covid-19. Jumlah bantuan sebanyak 235 paket sembako.

Kemudian masker dan hand sanitizer. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, indomie dan telur. “Baksos ini yang prakarsai Muslimat dan fatayat. Dari kami 205 paket sembako dan masker. Ini murni dari penggalangan dana warga, khususnya Fatayat-Muslimat. Bantuan paket sembako juga ada dari PD BPR BKK Kendal, sebanyak 30 paket dan ada hand sanitizer. Total yang dibagikan ke warga terdampak covid-19 sebanyak 235 paket semnbako,” katanya, Minggu (26/4).

Sukesi, mengungkapkan pembagian bantuan paket sembako dan masker kepada warga kurang mampu dan tukang becak tidak dilakukan dalam kerumunan warga, akan tetapi dengan mendatangi rumah-rumah warga dan pangkalan tempat mangkalnya tukang becak. Baksos ini merupakan bentuk kepedulian pada warga yang terdampak covid-19. Pasalnya pandemi ini telah berdampak kepada tingkat perekonomian secara global yang juga dirasakan oleh masyarakat kecil. Seperti pendapatan berkurang karena mereka juga kesulitan dalam bekerja. Belum lagi jika ada dari mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja alias PHK.

“Semoga bantuan ini dapat mengurani beban kesulitan ekonomi bagi warga yang terdampak covid-19. Kami juga sosialisasi kepada warga sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Tak hanya taat protokol kesehatan, warga juga kami himbau jaga kesehatan dan kebersihan dan gunakan masker. Sehingga tidak ada warga yang terpapar covid-19,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi dan mensuport bakti sosial yang dilakukan oleh Muslimat, Fatayat, GP Ansor, dan IPNU-IPPNU Desa Pidodokulon.

Kepedulian terhadap lingkunganya ditengah pandemi covid-19 ini patut menjadi contoh. Sebab bentuk kepedulian ini dapat meringankan beban bagi warga yang mengalami penurunan perekonomian akibat terdampak covid-19.

“Kami mensuport peran aktif Banom NU atas bakti sosial ini. Pantauan, pembagian bantuan paket sembako bagus dan tidak ada kerumunan. Pembagian di lokasi acara hanya perwakilan warga saja dan dilakukan social distancing. Lanjut dibagikan ke rumah-rumah warga. Selain PD BPR BKK Kendal, dari Tim Gugus Tugas Covid-19 juga memberikan bantuan,” katanya. (lid)