Sejumlah Ruas Jalan Ditutup untuk Cegah Kerumunan Massa

by
DITUTUP – sejumlah ruas jalan ditutup untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona di Kota Pekalongan yang ditimbulkan dari munculnya kerumunan massa, kemanrin.

KOTA – Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona di Kota Pekalongan, Wali Kota HM Saelany Machfudz SE mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan sejumlah ruas jalan yang tertuang dalam Keputusan Wali Kota Pekalongan nomor 443/621 tahun 2020 tentang Rekayasa Lalu Lintas Pada Sebagian Ruas Jalan Kota di Kota Pekalongan.

Adapun jalan yang ditutup, yang pertama sebagian akses masuk ke kawasan Alun-alun Kota Pekalongan yang ditutup mulai jam 21.00 sampai 04.00 WIB. Meliputi Jalan dr Cipto dari arah timur mulai dari simpang H Agus Salim, jalan dr Cipto menuju jalan Nusantara, dan jalan alun alun utara sebelah barat.

Kemudian sebagian akses masuk ke kawasan Mataram yang ditutup selama 24 jam. Meliputi Jalan Kurinci selatan sisi barat, Jalan Mataram selatan, Jalan Majapahit barat sisi selatan dan Jalan Singosari atau selatan Kantor Dinperkim. Serta yang tutup dari jam 17.00-06.00, meliputi Jalan Majapahit timur seluruhnya dan Jalan Majapahit barat sisi utara.

“Saya telah menugaskan Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Satpol PP bekerjasama instansi terkait untuk melaksanakan pemberlakuan rekayasa lalu lintas,” ucap Wali Kota.

Keputusan yang ditetapkan 22 April, sambung Wali Kota, akan berlaku sampai adanya pernyataan pemerintah tentang berakhirnya bencana Covid-19. “Kita jangan sampai menganggap enteng penyebaran virus corona. Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan membatasi kerumunan masyarakat,” tegasnya.

Selain menerbitkan keputuan tentang Rekayasa Lalu Lintas Pada Sebagian Ruas Jalan Kota di Kota Pekalongan, Wali Kota juga telah menerbitkan surat edaran nomor 443.1/010 tentang ketentuan pelaksanaan ibadah bulan Ramadhan 1441 Hijriyah selama pandemi Covid-19.

Saelany mengungkapkan, tujuan pedoman yang berisi ketentuan pelaksanaan ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dimaksudkan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Mengingat selama Ramadhan banyak menghadirkan massa seperti shalat tarawih, buka puasa dan sahur bersama, tadarus bersama, dan lain-lain. Sehingga kegiatan itu potensi menjadi sarana penularan Covid-19.

Ditegaskan, apa yang dia sampaikan melalui edaran resmi sebagai bentuk cinta kepada warga Kota Pekalongan. “Jangan sampai warga Pekalongan ada yang terpapar virus yang mematikan itu,” ungkapnya

Saelany menyarankan, selama bulan Ramadhan, warga masyarakat lebih banyak berada di rumah melakukan tadarus, taraweh, buka puasa, dan sahur bersama seluruh keluarga. “Sahur dan buka puasa dilakukan secara individu atau keluarga, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama termasuk buka puasa bersama di lembaga pemerintah, swasta, maupun di masjid atau mushala,” pintanya.

Untuk pengumpulan zakat fitrah atau ZIS (Zakat, Infak dan Shodaqoh) agar dilakukan dengan meminimalkan kontak fisik, dan menyediakan sarana untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. “Nanti dalam penyalurannya dilakukan dengan menghindari pengumpulan orang atau tidak melalui tukar kupon,” ungkapnya.

Wali Kota juga mengajak kepada organisasi pengelola zakat dan sejenisnya untuk melaksanakan tugasnya dengan melengkapi alat pelindung kesehatan, seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai. “Untuk pelaksanaan sholat idul fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah di Masjid, di Mushola atau di lapangan, untuk sementara ini ditiadakan,” tambahnya.

Kemudian silaturrahmi atau Halal bi Halal yang lazim dilaksanakan ketika idul fitri bisa dilakukan melalui media sosial atau video call. “Saya mengajak kepada tokoh-tokoh agama untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19, yakni tidak menggelar kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa untuk sementara waktu ditunda. Sehingga percepatan program penanganan bisa terlaksana dengan baik. Termasuk warga harus dispilin menggunakan masker saat keluar rumah, tidak keluar jika tidak ada keperluan mendesak khususnya pada jam malam,” jelasnya.

Pedoman itu, lanjut Wali Kota, mohon diterapkan demi kepentingan dan kesehatan bersama warga Kota Pekalongan. “Mohon bisa dijalankan,” pungkasnya. (dur)