Rapid Test Dua PNS di Kabupaten Pekalongan Positif Covid-19

by
Ilustrasi Rapid Test (Shutterstock/detik)

Hasil tracking Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan cukup mengagetkan. Dua aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Pekalongan hasil rapid test-nya positif terpapar virus corona penyebab penyakit covid-19.

Namun, rapid test ini belum sepenuhnya menentukan apakah keduanya positif terinfeksi covid-19 atau tidak. Untuk kepastiannya masih menunggu hasil tes swab yang hingga kemarin hasilnya belum keluar.

Kepala Dinkes Setiawan Dwiantoro mengatakan hasil tes swab untuk kedua ASN itu belum keluar. “Hasil swab belum keluar,” singkat Setiawan, Jumat (24/4) kemarin.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Wawan ini mengakui bahwa dari hasil rapid testnya kedua ASN ini positif. “Ini baru rapid test. Untuk memastikan harus menunggu hasil tes swab tenggorokan apakah positif atau negatif,” terangnya.

Wawan pun berharap kepada masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran dari pemerintah. Di antaranya, selalu memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Kalau pun mau keluar rumah pakai masker dan jaga jarak. Jangan lupa selalu cuci tangan sebelum dan sesudah bebergian,” ungkapnya.

Berdasarkan zonasi yang dibuat oleh Dinkes Kabupaten Pekalongan, kecamatan yang masuk zona merah ada enam. Yakni, Kecamatan Bojong, Sragi, dan Kesesi.

Tiga kecamatan lainnya masuk zona merah, karena ada warganya yang hasil rapid testnya positif. Di antaranya di Kecamatan Kajen, Wonopringgo, dan Wiradesa.

Hingga, Jumat (24/4), pukul 16.57 WIB, perkembangan kasus di Kabupaten Pekalongan ODP terus bertambah menjadi 335 orang. Rinciannya 226 dalam pantauan, 108 selesai pantauan, dan dua orang meninggal dunia.

Jumlah PDP pun naik menjadi 13 orang, dengan rincian enam sudah pulang dan sehat, serta tujuh pasien meninggal dunia. Sedangkan, kasus positif covid-19 ada lima orang, yakni seorang meninggal, seorang dirawat, dan tiga orang menjalani isolasi mandiri.

Kasus ODP menyebar di 18 kecamatan. Hanya satu kecamatan yang masih zona hijau, yakni Kecamatan Petungkriyono. ODP terbanyak di Kecamatan Wiradesa (45 orang), disusul Kecamatan Bojong (35), Siwalan (30), Kedungwuni (28), dan Kecamatan Karangdadap ada 26 ODP. (had)