Smada Berbagi, Guru dan Staf TU Donasikan 150 Paket Sembako untuk Siswa Kurang Mampu

oleh -
PAKET SEMBAKO – Perwakilan guru SMAN 2 Pekalongan menyerahkan bantuan paket sembako melalui gerakan “Smada Berbagi” kepada sejumlah siswa di sekolah setempat, Senin (20/4/2020) pagi. WAHYU HIDAYAT

KOTA – SMA Negeri 2 (Smada) Pekalongan melalui Gerakan “Smada Berbagi” Peduli Dampak Covid-19 menyerahkan bantuan 150 paket sembako kepada siswa-siswinya yang kurang mampu maupun masyarakat sekitar yang terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Senin (20/4/2020) pagi hingga Rabu (22/4/2020).

Ketua Penyelenggara Smada Berbagi, yang juga salah satu guru setempat, Purwoko, menjelaskan kegiatan tersebut didasari kenyataan bahwa pandemi Covid-19 telah memengaruhi berbagai sendii kehidupan, salah satunya sendi ekonomi.

Melalui Smada Berbagi tersebut, seluruh guru dan staf SMAN 2 Pekalongan berusaha sedikit meringankan mereka yang terdampak pandemi Covid-19, dalam hal ini siswa-siswi SMAN 2 yang keluarganya kurang mampu serta masyarakat sekitar.

“Kami menyiapkan 150 paket sembako, yang mana masing-masing paket terdiri dari 5 kilogram beras, 0,5 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 3 bungkus teh, dan 7 mi instan. Seluruh paket sembako ini diberikan kepada siswa-siswi atau anak didik kami dan masyarakat sekitar yang terdampak. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat sedikit meringankan beban mereka yang terdampak dan semoga diridhai Allah Ta’ala,” katanya, Senin (20/4/2020).

Sementara, Kepala SMAN 2 Pekalongan, Sulikin MPd, menambahkan bahwa bantuan paket sembako itu hasil dari donasi dari para guru maupun staf TU SMAN 2 Pekalongan. “Bapak ibu guru di sini luar biasa. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan donasinya, dan dalam waktu singkat sudah terkumpul 150 paket sembako,” ungkapnya. “Belum lagi ketika ada kegiatan Ganjar Donasi lewat Kaos, juga dalam waktu singkat sudah terkumpul banyak untuk pengadaan kaos untuk donasi terdampak Covid-19. Selain itu ada pula donasi bantuan pada anak-anak yang kurang mampu, mereka kita bagikan paket kuota internet untuk mendukung KBM daring,” ungkapnya.

Disampaikan Sulikin, teknis pembagian paket sembako tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Teknis penyerahan paket sembako dijadwalkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kerumunan. Dalam satu jam untuk satu kelas. “Ini kita laksanakan hingga tiga hari ke depan. Selain itu, juga harus pakai masker. Kita sediakan pula hand sanitizer. Jadi, kita tetap pakai protokoler Covid-19,” imbuhnya. (way)