Kades Jeruk Sari Keluhkan Alokasi Bantuan

by

*Dinilai Tak Ideal

MEMPRIHATINKAN – Kondisi masyarakat di Desa Jeruk Sari. Banyak masyarakat masuk kategori membutuhkan.

TIRTO – Pandemi virus corona memberikan dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat. Tak terkecuali masyarakat di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial rencananya akan mengucurkan bantuan sosial

Namun dalam hasil rapat antara Dinas Sosial serta aparat Kecamatan Tirto, (18/4/2020), dirasa tak memuaskan bagi Kepala Desa Jeruk Sari, Budi Harto. Dia mengaku merasa tidak puas dengan hasil perolehan alokasi bantuan sosial tersebut karena jumlah perbandingan warga yang membutuhkan bantuan di Desa Jeruk sari dengan alokasi dana yang diberikan tidak berimbang.

“Setelah rapat di Kecamatan Tirto tentang persiapan pendataan bantuan sosial. Dalam rapat yang dihadiri juga dari Dinas Sosial, kami merasa tidak puas dari hasil rapat. Karena Desa Jeruk Sari dari yang jumlah penduduknya banyak dengan kondisi sosial yang perlu diperhatikan saat ini,” ungkapnya.

Dia menilai jumlah alokasi bantuan yang akan diperuntukkan kepada warga Desa Jeruk Sari yang dinilai sedikit dibanding desa lainnya di Kecamatan Tirto. “Di keadaan memprihatinkan saat ini, kami malah mendapat bantuan dana perluasan bantuan sosial 85 orang. Sedangkan di desa lain yang penduduknya jauh lebih sedikit dengan keadaan ekonomi lebih baik mendapat lebih banyak. Sebagai contoh desa sebelah di Mulyo Rejo mendapat 200 lebih dan di Tegal Dowo l90,” paparnya.

Padahal menurutnya, Desa Jeruk sari sangat layak mendapatkan bantuan lebih karena selain jumlah penduduk yang banyak, juga karena sebagian besar warganya merupakan kelompok ekonomi lemah. “Setelah kami tanyakan jawabannya tidak mengacu pada kreteria namun cenderung pada kuota. Mohon ada pandangannya,” jelasnya.

Ketika ditanya seperti apa data real dampak sosial dan ekonomi di desa Jeruk Sari, pihaknya mengatakan banyak orang kelaparan. Kondisi ini kata dia hampir menyeluruh disemua RT dan RW. “Hampir menyeluruh,” tegasnya.

Mestinya kata dia, Dinas Sosial mengerti kondisi sosial Desa Jeruk Sari. Sebab mulai dari lahan pertanian yang sudah tidak ada, kebun tidak ada, mata pencaharian penduduknya buruh hingga kondisi rumahnya serta kebanyakan tidak layak. “Itu mestinya dapat perhatian khusus, ternyata Dinas Sosial tidak tahu. Jumlah warga di Jeruk Sari ada 8.300 jiwa,” ujarnya.

Ia berharap, Dinas Sosial dan pihak terkait mengevaluasi kembali alokasi bantuan sosial yang akan dikucurkan terutama yang akan diperuntukan kepada warga Desa Jeruk Sari. “Gunakan kreteria yang benar. Sehingga orang yang kena dampak sosial tidak menjadi korban kebijakan sosial,” tutupnya. (ap3)