Alhamdulillah, Tukang Becak dan Sopir Akan Terima Insentif

by

*Terdampak Covid-19
*Rp600 Ribu per Bulan selama Tiga Bulan

SOSIALISASI – Satlantas Polres Pekalongan Kota sedang memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada sejumlah sopir taxi, sopir bus, dan kernet terkait Program Keselamatan 2020 di halaman mako Lantas setempat, Kamis (16/4/2020).

KOTA – Ratusan orang pekerja harian di sektor transportasi seperti tukang becak, sopir bus, kernet bus, sopir angkot, sopir travel, dan tukang ojek konvensional di Kota Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona akan menerima bantuan insentif dari Pemerintah sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Bantuan insentif ini merupakan bagian dari Program Keselamatan 2020 oleh Polri melalui Korlantas. Insentif Rp600 ribu per bulan ini nantinya akan dikirimkan melalui rekening bank BRI. Bantuan sosial ini juga akan dikombinasikan dengan kegiatan pelatihan-pelatihan Program Keselamatan.

Satlantas Polres Pekalongan Kota sendiri saat ini tengah melakukan pendataan dan validasi bagi para pekerja harian transportasi yang akan menjadi calon penerima bantuan dan menjadi peserta pelatihan Program Keselamatan.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Sutono menuturkan, pelatihan ini menyangkut berbagai hal. “Intinya adalah pelatihan terkait Covid-19, keselamatan dan safety riding serta tertib berlalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tuturnya, Kamis (16/4/2020).

Pelatihan Program Keselamatan ini akan dilaksanakan dalam tiga gelombang, yang mana tiap penerima bantuan wajib mengikuti pelatihan dimaksud.

Secara Nasional, Pemerintah RI menargetkan penerima bantuan sosial bagi pekerja harian sektor transportasi ini mencapai 197 ribu orang, dengan jumlah total anggaran mencapai Rp360 miliar.

*) Berharap segera Terealisasi

Ketua Paguyuban Sopir Taxi Kota Batik, Idham Kholik, mengaku sangat senang dan bersyukur dengan akan adanya bantuan atau kompensasi dari pemerintah tersebut. Pihaknya berharap bantuan tersebut bisa segera terealisasi.

“Kita sangat berterima kasih pada pemerintah dengan adanya kompensasi kepada para pekerja di sektor transportasi. Tetapi memang sampai saat ini bantuan tersebut belum kita terima. Harapannya bisa segera terealisasi. Sementara ini prosesnya masih pendataan dan pengarahan-pengarahan dari pihak berwenang. Kita juga belum tahu, berapa orang personel yang akan dapat,” ungkapnya. (way)