Relawan PMI Dilatih Pemulasaran Jenazah Covid-19

by
DILATIH – Sebanyak 20 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah infeksius.

KENDAL – Sebanyak 20 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dilatih cara pemulasaran jenazah infeksius. Pelatihan yang diadakan oleh Dinkes Kendal itu dilakukan di aula PMI Kendal. Tujuanya guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih untuk penanganan jenazah infeksius, termasuk Covid-19.

Kepala Seksi Kefamarsian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Kendal, dr Dhina Khameswari mengatakan, pelatihan pemulasaraan jenazah ini guna mempersiapkan SDM yang terlatih untuk antisipasi jika 4 petugas khusus di jajaran Dinkes kuwalahan bila ada lonjakan pasien infeksius yang meninggal, termasuk covid-19.

“Peran PMI penting, sehingga kami menggandengnya sebagai tenaga buck up misal terjadi ledakan wabah diikuti ledakan kematian,” katanya, Rabu (15/4)

Diungkapkan, dalam pelatihan ini, relawan PMI dibekali keilmuan cara penanganan jenazah hingga siap dimakamkan. Seperti penanganan awal dengan penyemprotan disinfektan sebelum diambil tindakan, pembungkusan jenazah dengan plastik, proses pengkafanan (bagi jenazah muslim) atau pemakaian baju (bagi jenazah non muslim).

“kemudian menyucikan dengan proses tayamum, dan diakhiri dengan pembungkusan jenazah dengan plastik,” ungkapnya.

Hal lain, pihaknya juga mengingatkan agar relawan yang nantinya terjun ke lapangan tidak melupakan alat pelindung diri yang harus digunakan lengkap dari kepala hingga kaki. Ia juga mengimbau agar relawan PMI tidak perlu sungkan mengabarkan kondisinya juka sakit atau kondisi tubuh kurang fit sebelum terjun ke lapangan.

“Ketika terjun, relawan PMI juga diminta untuk memberitahukan konfdisinya apakah sehat atau sakit. Bagi yang sakit atau kurang enak badan diminta untuk tidak terjun ke lapangan untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan,” terangnya.

Salah satu peserta Aji Kurniawan mengatakan, baru petama kali mendapatkan bimbingan dalam pemulasaran jenazah infeksius. bahkan dirinya mengaku siap untuk mengabdikan diri sebagai relawan dalam pengurusan jenazah manakala dibutuhkan nantinya.

“Ini pengetahuan baru bagi saya. Karena sebelumnya hanya sebatas penanganan dan pencegahan saja. siap melaksanakan tugas kemanusiaan. kalau nanti di lapangan kurang mampu untuk ditangani relawan, kita serahkan kepada petugas Dinkes,” katanya. (lid)