Bertahan di Masa Pagebluk, Warga Diajak Kreatif

by -
BERDISKUSI – Kades Wuled, Wasduki bersama Tim Penanggulangan Covid-19 tengah berdiskusi ringan soal perkembangan penanganan corona, kemarin.

TIRTO – Istilah pagebluk kembali populer di tengah kekalutan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Konsep dalam terminologi Jawa itu menggambarkan kondisi ‘bencana sosial’ akibat mewabahnya penyakit yang mengguncang semua sektor kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi.

Kades Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Wasduki menilai kondisi pandemi virus corona yang melanda Indonesia dan dunia saat ini serupa dengan gambaran tentang pagebluk. Nyatanya, kata dia, banyak kaum buruh, kuli, pedagang, buruh tani, buruh bangunan yang sangat merasakan imbas wabah Covid-19 ini.

Dalam situasi sulit semacam ini, Wasduki menyebut pentingnya kreativitas untuk menyiasati kondisi yang ada. “Maka harapan kami, warga Desa Wuled bisa bersabar dan harus kreatif menghadapi situasi serba sulit ini. Warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah atau kebun kosong untuk ditanami sayuran seperti bayam, singkong, dan umbi yang dapat dimanfaatkan daunnya dalam jangka waktu dekat,” ungkapnya, Rabu (15/4/2020).

Menurutnya, Pemerintah saat ini masih membahas aturan mainnya agar dana desa (DD) bisa segera digunakan untuk membantu masyarakat terdampak corona. Harapannya, bantuan tersebut nantinya bisa memberi manfaat, bukan sebaliknya.

“Langkah telah kami lakukan mulai dari sosialisasi melalui baliho, spanduk maupun himbauan kepada masyarakat agar jangan keluar rumah apabila tidak mendesak. Selain itu juga pemasangan padasan sebagai tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, jaga jarak sosial maupun pemantauan masyarakat yang masuk ke desa kita tercinta. Ini menjadi tahun yang sulit, apalagi menjelang ramadhan dan lebaran. Tetapi dengan semangat kebersamaan, insya Allah kita bisa menghadapi kondisi ini,” jelas Wasduki. (jun)