Revisi APBD, Sejumlah Paket Pekerjaan Terkendala

by
Muhammad Makmun
Ketua DPRD Kendal

KENDAL – Dengan adanya revisi APBD, akan membuat sejumlah paket pekerjaan dipastikan akan terkendala dan mengalami penundaan. Salah satunya adalah pada pekerjaan jalan di Kendal. Refisi ABPD tersebut untuk Refocusing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa untuk percepatan penanganan Coronavirus disease 2019 (covid-19).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, jika besar kemungkinan sejumlah pekerjaan jalan akan tertunda. Pasalnya anggarannya akan digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun pihaknya belum berani memastikan, berapa paket pekerjaan yang akan ditunda untuk dialihkan anggarannya ke penanganan virus corona. Tidak hanya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DPUPR. Namun hampir merata ke seluruh OPD.

“Sebab sampai saat ini masih pembahasan dan pengusulan dari OPD-OPD. Kebutuhannya berapa untuk penanganan Covid-19. Belum bisa dipasitikan berapa banyak paket pekerjaan di DPUPR yang akan dihentikan. Yang pasti pemerintah akan mendahulukan yang krusial,” katanya, kemarin.

Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun mengatakan, revisi APBD 2020 itu atas Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020. Dimana setiap daerah harus harus melakukan penyesuaian anggaran untuk penanganan darurat Covid-19. Revisi anggaran tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa untuk percepatan penanganan covid-19.

“Instruksinya memerintahkan seluruh perangkat negara mengalokasikan anggaran serta pengadaan barang dan jasa untuk mempercepat penanganan covid-19 termasuk di daerah,” katanya.

Makmun mengatakan anggaran untuk penanganan Korona tidak hanya untuk pengadaan alat kesehatan. Tapi juga dirumuskan tentang dampak lainnya mulai dari pencegahan yang memang membutuhkan anggaran tidak sedikit. Ditambahkan Ketua DPRD, merebaknya virus covid 19 tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan warga saja.

“Tapi dengan adanya kebijakan dan himbauan untuk masyarakat tetap berada di rumah juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Dari sinilah sisi ekonomi ikut diperhatikan,” ujarnya. (lid)