Kunci Sembuh Sukarsih Pasien Covid-19 : Antibiotik, Vitamin, dan Hati yang Gembira

by
SEMBUH: Pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh saat memberikan keterangan kepada media dengan di dampingi Plt bupati Kudus, dan segenap jajaran tim gugus tugas di pendapa kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sukasih, 28, warga Kabupaten Pati yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Dia kini sudah bisa beraktivitas seperti biasa, setelah 16 hari diisolasi. Selain karena berkat dari Tuhan, diakuinya ada tiga obat yang menyembuhkannya: antibiotik, vitamin, dan hati yang gembira.

DIYAH AYU FITRIYANI, Kudus, Radar Kudus

PEREMPUAN berambut lurus itu bernama Sukarsih. Dia merupakan warga Kabupaten Pati yang beberapa lalu dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Dia kini telah dinyatakan sembuh dan bisa menjalankan aktivitasnya lagi. Sukarsih merupakan salah satu perawat yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Mardirahayu Kudus.

Dengan mata yang berbinar, perempuan yang memakai atasan batik ini, bercerita terkait pengalamannya menjadi pasien positif Covid-19 hingga dinyatakan sembuh kemarin. Kali pertama pada 25 Maret lalu, dia memeriksakan kondisi kesehatan di tempat kerjanya. Saat itu, dia mengeluh nyeri karena sedang haid dan diare. Saat diperiksa, dia diminta untuk rawat inap.

”Sejak awal saya tidak tahu kalau positif Covid-19. Tapi, memang sejak awal saya dirawat dalam satu kamar yang isi satu pasien. Semua perawat dan dokter sudah menggunakan APD, tak boleh dibesuk, dan penunggu juga dibatasi. Pikir saya karena saya dikategorikan ODP (orang dalam pengawasan). Sebab, sejak 21 Maret saya bertugas di ruang isolasi khusus,” jelasnya saat konferensi pers di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin sore.

Diakui, sejak awal dirinya tak memiliki keluhan yang mengarah ke Covid-19. Hanya, saat menjalani perawatan, timbul batuk kering dan sesak nafas. Kemudian oleh dokter dilakukan CT scan thorax. Hasilnya ternyata mengarah ke Covid-19. ”Dokter bilang saya jadi PDP (pasien dalam pemantauan) dan hari itu juga saya dipindah ke ruang isolasi khusus untuk pasien PDP,” kata dia.

Pada 28 Maret, dirinya menjalani rapid test. Hasilnya positif. Lalu pada hari berikutnya, dia menjalani tes swab.Saat mengetahui hasil rapid test positif, dia dihantui rasa takut. Namun, dia berusaha meyakinkan diri jika bisa sembuh.

”Saya memilih untuk mencari kekuatan dalam doa dan terus memotivasi diri. Yakin bisa sembuh. Obat dan semua advice yang diberikan dokter selalu saya terima dan selalu menata hati untuk terus gembira,” ujarnya.

Dia bersyukur, meski memang diisolasi, dia tetap bisa bergembira. Perawat di ruang isolasi juga selalu siap menolong kebutuhannya. Dia pun mengakui masih bisa kontak dengan teman dan keluarga melaui Whatsapp. Keluarga dan teman men-support penuh.

”Saat saya membuat status yang menyenangkan agar tetap gembira, banyak tanggapan positif yang saya terima. Saya juga dikirimi renungan dan link ibadah secara streaming, sehingga semakin dikuatkan,” tutur perempuan yang masih lajang ini.

Pada 3 April lalu, dirinya sedikit down. Karena pada hari itu hasil PCR positif. Artinya, dirinya benar-benar dinyatakan positif Covid-19. Namun dirinya tak ingin lama terpuruk. Keinginannya hanya satu, ingin sembuh. Sukarsih tetap menyemangati diri untuk sembuh dari Covid-19. Apalagi saat itu selama tiga hari sudah tidak ada keluhan sama sekali.

Pada hari berikutnya, selama dua hari berturut-turut, Sukarsih diambil swab. Dari keterangan dokter jika hasilnya negatif, artinya dia benar-benar sembuh dan boleh pulang. Negatif artinya tidak ada virus lagi di tubuh. Sehingga saat pulang juga benar-benar aman. Tidak ada virus di tubuhnya yang bisa menular ke orang lain.

”Semuanya indah pada waktunya. Rabu 8 April 2020 saya diberitahu dokter bahwa hasil PCR untuk kedua swab sudah negatif, dinyatakan sembuh, bebas dari Covid-19, dan boleh pulang. Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhan yang saya peroleh. Semua hanya atas kasih karunia-Nya,” ucapnya penuh syukur.

Yang tidak kalah penting adalah support dari keluarga dan teman-teman. Walaupun tidak secara tatap muka. Support dari orang-orang terdekat ini, sangat menguatkan saya untuk terus berdoa, berserah, dan tetap bahagia selama perawatan sampai akhirnya sembuh.

”Bagi semua yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 jangan menyerah. Tetap semangat untuk bisa sembuh. Patuhi anjuran dokter. Sebab yang menyebabkan saya sembuh tiga obatnya. Antibiotik, vitamin, dan hati yang gembira. Saya juga berpesan kepada masyarakat jangan mengucilkan orang yang terkena Covid-19,” kata Sukarsih.

Dia mengakui, sebelum ada gejala nyeri dan diare, dia mengaku 11 hari sebelum itu, mendatangi tempat yang cukup ramai. Dia hadir dalam acara hajatan. Dia tidak mengetahui apakah hal tersebut ada hubungannya dengan kasus positif Covid-19 yang dialami atau tidak.

Atas apa yang telah dialaminya, Sukarsih berpesan kepada masyarakat agar tidak takut atau panik dengan Covid-19. Dirinya meminta patuh saran pemerintah untuk social distancing dan physical distancing. Menjaga jarak sosial dan jarak fisik harus dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19. Termasuk selalu pakai masker dan batuk dengan etika batuk yang benar. (ks/lin/top/JPR)