150 Warga Kwigaran Mudik Dini

by
SAYANG ANAK – Di sela kesibukannya, Kades Kwigaran,
Slamet, tetap menyempatkan waktu bersama anaknya.

KESESI – Sebanyak 150an warga Desa Kwigaran, Kecamatan Kesesi yang merantau di kota besar, diketahui telah mudik lebih awal ke kampung halaman. Keputusan mudik dini itu dipicu oleh aktivitas ekonomi yang mandeg karena terimbas pandemi Covid-19.

Dijelaskan Kepala Desa Kwigaran, Slamet, bahwa lebih dari 150 warganya telah pulang kampung lebih awal. Mereka selama ini merantai di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Lampung, yang memutuskan pulang kampung sebelum puasa dari biasanya menjelang lebaran.

Menurut Slamet, karena wabah corona yang terus meningkat penyebarannya, aktivitas ekonomi ikut terguncang. Ditambah lagi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga mengaakibatkan banyak usaha kecil seperti buruh, pedagang dan pengusaha kecil ikut terkena imbasnya.

Namun kondisi bahaya wabah corona dengan potensi penularan di daerah kota menyenankan perekonomian terguncang, kabijakan pemerintah juga berimbas kepada usaha kecil, sehingga memaksa warga kaum buruh, pedagang kecil dan pengusaha kecil di kota terdampak.

“Banyak warga yang menjadi pelaku usaha kecil maupun kuli harus pulang. Sebab kalau harus bertahan di rantau juga bukan solusi tepat, sehingga pulang kampung menjadi pilihan,” ungkap Slamet kepada Radar, Senin (6/4/2020).

Namun demikian, Slamet memastikan jika Posko Covid-19 yang dibangun di balai desa telah mendata seluruh warga yang mudik. Para pemudik juga diberi edukasi pentingnya isolasi mandiri sebagai langkah mengantisipasi penularan virus corona di desanya.

Sementara terkait upaya pencegahan lainnya, Pemdes Kwigaran juga telah menyelenggarakan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum di desa. Begitu juga dengan rumah-rumah warga. “Dulu semua fasum sudah disemprot, nah kali ini giliran rumah-rumah warga yang disemprot disinfektan,” pungkas kades dua periode itu. (jun)