Peringati Maulid Nabi, BTN Sunatan Massal

by
BTN Sunatan Massal
BERFOTO - (Ki-Ka) Kepala PT BTN Tbk Kantor Cabang Pekalongan, Deddy Armanto, Ketua Bazis BTN Pusat Syahibul Hidayat, dr HM Basyir Ahmad Syawie, Kyai HM Dzilqon bersama peserta sunatan massal. LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Kantor Cabang Pekalongan memperingati maulid nabi dengan menyelenggarakan kegitan sunatan massal, Sabtu (30/12/2017). Animo dari masyarakat tinggi, terbukti dari target awal jumlah peserta sunat sebanyak 40 anak tetapi yang hadir mencapai 52 anak.

Demikian disampaikan Kepala PT BTN Tbk Kantor Cabang Pekalongan, Deddy Armanto. “Pada kegiatan ini BTN menggandeng dr HM Basyir Ahmad Syawie beserta timnya untuk menyelenggarakan kegiatan maulid nabi sekaligus sunatan massal,” tandasnya.

Deddy, sapaan akrabnya menuturkan BTN tidak hanya bisnis perbankan, berbagai kegiatan sosial mereka selenggarakan. Kegiatan yang bermula dari percakapan antara Deddy dengan Basyir dengan niat mulia untuk membantu masyarakat ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat.

Halaman BTN tumpah ruah oleh peserta sunat beserta keluarganya. Kegiatan sunat masal yang dua tahun tidak BTN selenggarakan ini nantinya dapat menjadi kegiatan rutinan BTN.

“Kegiatan ini dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan menghadirkan musik marawis dan tausiyah oleh pendiri Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Al Fusha, Kyai HM Dzilqon.

Hadirnya Kyai kondang ini karena adanya kerja sama corporate social responsibility (CSR) oleh BTN kepada PPT Al Fusha dengan dana 336 juta untuk pengembangan syiar Islam di pondok pesantren dan berdaya guna untuk masyarakat. Saya berharap mudah-mudahan yang BTN lakukan diridhoi dan memberikan manfaat untuk orang banyak,” tutur Deddy.

Pelaksana khitan, dr HM Basyir Ahmad Syawie membawa timnya sebanyak tujuh orang untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kegiatan BTN yang menyentuh dan sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, karena di Pekalongan ketika orang tua mengkhitankan anaknya biasanya ada syarat tambahan seperti membuatkan acara. Ini yang membuat para orang tua tidak segera mengkhitankan anaknya.

“Jadi begitu BTN membuat kegiatan ini anak-anak dikhitan tanpa membebankan biaya orang tua. Harapan saya, ini diadakan terus karena sangat membantu masyarakat. Ketika kegiatan semacam ini diselenggarakan, tidak perlu memberikan syarat atau ketentuan apapun untuk peserta khitan,” katanya.

Dikatakan mantan walikota ini, usia anak untuk dikhitan yakni sebelum lulus sekolah dasar, atau usia di bawah 12 tahun. Pada umumnya di Pekalongan ini anak-anak dikhitan pada saat duduk kelas 3. “Khitan tadi banyak peserta yang agak besar, ini karena ketidakmampuan orang tua untuk segera menggelar khitanan untuk anaknya,” pungkasnya. (mg4/adv)

Penulis: Lailatul Mafiyah & Redaktur: Dalal Muslimin