Universitas Airlangga Kembangkan Obat Covid-19, Diklaim Lebih Efektif dari Avigan-Chloroquine

by
KEMBANGKAN OBAT: Rektor Unair Prof Nasih (tengah) dalam rapat penanganan Covid 19 bersama pemkot, Persi Jatim, IDI Jatim dan para stakeholder. (ISTIMEWA)

Universitas Airlangga tengah mengembangkan obat Covid-19. Obat tersebut saat ini masih dalam bentuk sintesis atau calon obat. Sintesis obat ini mengandung lima senyawa yang diklaim lebih kuat tingkatannya dari Chloroquine dan Avigan, obat Covid-19 saat ini.

Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih, penanggung jawab Riset Biomolecular Product Penanggulangan Covid-19 Unair menyebut, lima senyawa ini disintesis berdasarkan keaktifan bahan alam yang dimodifikasi sintesis secara kimiawi.

Lima senyawa ini telah dilakukan pembandingan dengan Chloroquin dan Avigan melalui molekuler dogma. Lima senyawa digabungkan dengan data protein Virus Covid-19 yang diambil dari Shanghai National University. Hasilnya, menunjukkan aktifitas ikatan binding.

“Hasilnya, lima senyawa ini memiliki ikatan tiga kali lebih kuat dari Avigan dan 1,5 kali lebih kuat dari Chloroquin, obat Covid-19 yang digunakan saat ini,” paparnya dalam Press Conference penanganan Covid-19 di Unair, Rabu(1/4).

Saat ini, lima senyawa yang ditemukan akan dipublikasikan ke jurnal ilmiah internasional terpercaya terlebih dahulu sebelum dirilis ke masyarakat. Sehingga memungkinkan terjadi diskusi dan masukan dari pakar berbagai negara.

Setelah itu, senyawa ini akan dilakukan uji tantang. Yakni diujikan dengan virus Covid-19 untuk memastikan apakah formula ini bisa menjadi obat. Untuk ini akan diserahkan ke Institut Tropical Disease(ITD) Unair.

“Sebelum ada uji tantang, ITD akan melakukan pemetaan genom Covid-19 yang diketahui untuk dicocokkan dari yang beredar di luar negeri. Baru kemudian dikultur atau dikembangbiakkan lagi,” terang profesor kimia fakultas Sains dan Technology Unair.

Prof Soetjipto Penanggung Jawab Riset Unair menyebut sifat dari senyawa ini merupakan single subsensis. Artinya, jika nanti dikembangkan menjadi obat, akan bekerja sendiri. Tidak memerlukan penggabungan dua obat dalam menangani Covid-19. Seperti saat ini Avigan dan Chloroquine yang digunakan bersama untuk saling support.

“Masing-masing senyawa ini memiliki kemiripan khasiat dengan Chloroquine dan direct acting antiviral misalnya golongan Avigan dan Remdesivir. Selain itu, senyawa ini juga memiliki sifatnya antioksidan yang menjaga membran sel, protein dan gen,” lanjutnya.

Rektor Unair, Prof M Nasih menjelaskan, pembuatan obat ini merupakan kolaborasi dari tiga lembaga di Unair. Yaitu RS Unair, ITD dan Pusat Penelitian Biomolekular Unair. Ini akan menjadi kontribusi ke negara dan obat ini bisa digunakan dalam satu atau dua bulan ke depan. (ism/jay/jpg)