Home Radar Kajen Pasien Demam Berdarah Dengue di Kota Santri Terus Meningkat

Pasien Demam Berdarah Dengue di Kota Santri Terus Meningkat

by Admin

KAJEN – Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan. Selama bulan Maret 2020 ini sudah ada 32 warga yang terjangkit penyakit akibat virus dengue ini.

“Kasus DB mengalami peningkatan. Pada bulan ini sudah ada 32 kasus. Di bulan yang sama pada tahun lalu, hanya ada 23 kasus,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Menurutnya, pihaknya sudah mengupayakan untuk penanganan secara serius penyebaran DB.

“Jangan sampai ada anggapan dengan kasus corona ini penyakit DB diabaikan. Semua sudah bergerak bersama,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, di tengah pertarungan melawan pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai penyakit demam berdarah dengue. Pasalnya, di musim hujan seperti ini kasus DBD diperkirakan kian merebak. Penyakit ini pun bisa mengancam jiwa jika penderitanya tidak segera ditangani dengan baik.

Seorang anak berusia 4 tahun di RT 27 RW 9 Dukuh Jayan Karang, Desa Kertijayan, Kecamatan Buaran bernama Muhammad Arif Abdullah meninggal dunia karena suspek DBD. Putra dari Muhammad M Mirfan ini meninggal di RSI Pekajangan, Senin (16/3/2020).

Anto, warga Kertijayan, Selasa (17/3/2020), mengatakan, seorang anak di desanya meninggal di rumah sakit karena terkena DBD. Selain itu, seorang anak lainnya juga terkena DBD, namun kondisinya saat ini sudah sehat setelah menjalani perawatan di rumah sakit. “Ada dua anak yang kena DBD. Satu meninggal dunia, dan satu lagi sudah pulang setelah dirawat di rumah sakit,” kata dia.

Sementara itu, Humas RSI Pekajangan Mirza mengatakan, pasien yang meninggal dunia tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit lain. “Diagnosa sementara suspek DBD, namun belum sempat kita cek ulang,” kata dia.

Kasus anak meninggal dunia diduga akibat DBD juga terjadi di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto. Bocah berusia 6 tahun bernama Faza Ahsanul A meninggal di RSUD Kraton, Kamis (13/3/2020). “Terindikasi bukan DB tapi ada penyakit jantungnya juga,” terang Kades Bebel, Andi, saat dikonfirmasi informasi itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro menyatakan, Dinas Kesehatan sudah melakukan berbagai langkah antisipatif. Di antaranya dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DB.

“Selain kita melakukan fogging fokus pada daerah-daerah yang terjadi penularan, kita juga mengedepankan PSN,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, program lainnya dilakukan pemantauan jentik oleh warga dan kader jumantik yang selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan di lapangan.

“Pemantauan jentik masih berjalan terus. Jika ditemukan jentik langsung dilakukan pengurasan. Dengan upaya ini diharapkan kasus DB bisa ditekan,” kata dia.

Hingga kemarin, data kasus DBD di Kabupaten Pekalongan belum bisa diperoleh dari pejabat terkait. (had)

Tanda-tanda DBD, di antaranya:

  1. Demam tinggi mendadak, biasanya mencapai 38 derajat selsius hingga 40 derajat selsius. Demam berlangsung selama 2-7 hari.
  2. Tampak lemah dan lesu
  3. Timbul bintik-bintik merah, yang muncul di sekitar tubuh 3-4 hari setelah demam.
  4. Rasa nyeri pada otot, persendian, dan tulang.
  5. Sakit kepala yang hebat
  6. Rasa sakit pada perut, mual, muntah, dan diare.

Related Articles