Saatnya Pemerintah Libatkan Masyarakat

by

*Penanggulangan Covid-19 Butuh Dukungan Banyak Pihak

BATANG – Tren data persebaran penularan Covid-19 dinilai kian mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah diyakini akan kesulitan jika harus seorang diri menanggulangi pandemi virus corona. Maka saat ini menjadi momentum bagi pemerintah di segala tingkatan untuk melibatkan semua elemen masyarakat, mendayagunakan setiap sumberdaya yang ada guna bersama-sama menghambat potensi penularan sekaligus menangani mereka yang sudah terpapar virus ini.

Sesuai data per 25 Maret 2020 kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 790 orang. Sementara jumlah yang meninggal menjadi 58 orang dan kasus sembuh sebanyak 31 orang. Di Kabupaten Batang sendiri per tanggal yang sama terdapat peningkatan kasus, rinciannya Orang Dalam Pemantauan (ODP) 51 orang, dan 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Untuk PDP, 3 orang dirawat di RSUD Batang dan 3 pasien di RS QIM.

“Sekarang harus dipahami bersama, bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi, menjadi masalah global. Maka pemerintah tidak mungkin lagi one man show menanggulangi wabah corona. Justru, inilah saat yang tepat bagi pemerintah untuk melibatkan elemen masyarakat, mendayagunakan setiap sumberdaya yang ada di masyarakat,” ungkap Ketua DPRD Batang, H Maulana Yusuf SIP, Rabu (25/3/2020).

Menurut politisi PKB itu, Covid-19 telah menggugah kesadaran masyarakat tentang ancaman penularannya yang masih tinggi. Sejumlah elemen masyarakat pun sejauh ini telah bergerak secara swadaya untuk membantu pencegahannya, termasuk gerakan masif penyemprotan disinfektan.

“Momentum ini harus didayagunakan oleh pemerintah daerah. Pertama, karena kemampuan pemerintah jelas terbatas, baik SDM maupun anggaran. Kedua, ada rantai birokrasi yang kadang jadi hambatan pemerintah dalam melaksanakan kegiatan semacam ini. Nah, celah itu bisa ditutup dengan pelibatan masyarakat. Ini masalah bersama, DPRD juga siap mendukung penuh langkah pemerintah, termasuk soal anggaran,” jelasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD yang juga Koordinator Pendamping Komisi B, Hj Junaenah, pun meminta Pemkab Batang mulai mempertimbangkan partisipasi masyarakat secara lebih optimal. Dia mencontohkan berbagai aksi swadaya pencegahan Covid-19 yang dilakukan banyak elemen masyarakat, hal itu membuktikan masyarakat sangat peduli dengan pandemi corona.

“Sebut saja ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, mereka punya banyak sumberdaya yang bisa dimanfaatkan agar penanganan pandemi Covid-19 ini lebih efektif. Sejauh yang kami tahu, Muhammadiyah dan ortomnya serta NU dan banomnya kan juga sudah bergerak. Energi ini bisa dimanfaatkan pemerintah agar penanggulangan corona ini lebih komprehensif sekaligus berlapis. Semua merasa perlu terlibat untuk menghalau dan menanggulangi pandemi ini,” beber Sekretaris DPC PDI Perjuangan itu.

Junaenah mengapresiasi langkah Pemkab Batang yang disebutnya cukup sigap merespon Covid-19. Namun demikian, mengingat potensi persebaran virus yang menunjukkan tren meningkat, maka dibutuhkan dukungan banyak pihak untuk bersama-sama mengeroyok permasalahan yang ada.

“Apalagi, kita masih belum tahu, kapan pandemi ini akan berakhir, kapan grafiknya akan menurun. Jangan sampai energi pemerintah akan defisit, maka pelibatan elemen masyarakat ini menjadi sangat penting dan strategis. Artinya, gerakan yang sudah ada di masyarakat selama ini, perlu dimasukkan dalam sistem penanggulangan yang ada di pemerintah, sehingga gerakan ini lebih besar dan masif. Apalagi, ormas seperti NU dan Muhammadiyah juga punya SDM dan sumberdaya anggaran yang hari ini tentu sangat dibutuhkan untuk menanggulangi persebaran corona ini,” terangnya mengakhiri. (sef)