Home Radar Kajen Limbah Plastik Diolah jadi Kerajinan Tangan

Limbah Plastik Diolah jadi Kerajinan Tangan

by Admin 3

**Babinsa Latih Warga Desa Sasaran TMMD

KERAJINAN TANGAN – Babinsa melatih warga Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, mengolah limbah plastik menjadi kerajinan tangan sebagai sasaran nonfisik TMMD.

KESESI – Memanfaatkan kegiatan sasaran nonfisik pada program TMMD Reguler Ke-107, Babinsa Desa Pantirejo Kodim 0710/Pekalongan, mempelopori masyarakat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi kerajinan tangan dan hiasan yang mempunyai nilai jual sangat ekonomis.

Program edukasi tersebut dinilai dapat menjadikan warga desa lebih kreatif dan mengurangi pencemaran limbah plastik di lingkungan desa. “Selain mengerjakan sasaran fisik seperti pembuatan talud, pengaspalan jalan, hingga renovasi rumah, program TMMD reguler ke 107 juga membuat program non fisik, yaitu pengelolaan limbah. Tujuannya memberikan bekal ketrampilan kerajinan limbah plastik dan kegiatan ini bisa mengurangi sampah di lingkungan desa,” kata Pelda Karyono, usai memberikan pelatihan kepada warga Desa Pantirejo di aula balai desa setempat, Sabtu (21/3/2020).

Pelda Karyono menuturkan, program ini guna menunjang peningkatan ekonomi di masyarakat. “Kami mengajarkan pelatihan ini kepada ibu-ibu PKK dan pelajar yang ada dilingkungan Desa Pantirejo. Hasil kerajinan limbah plastik ini diolah menjadi tas, tempat tisu dan bunga, gas bunga, tempat make up, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Dina Istiyana (26), warga Desa Pantirejo, mengatakan, ia kagum dan mengapresiasi apa yang sudah diperbuat oleh TNI.
Selain melakukan pengaspalan jalan, TNI juga memberikan pelatihan membuat kerajinan tangan dari limbah plastik.

“Saat diberikan pelatihan ini, saya sangat senang karena limbah plastik bisa dibuat kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi. Pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pantirejo,” kata Dina.

Dina mengungkapkan, hasil yang sudah dibuat dari limbah plastik ini yaitu bunga, tempat tisu, tas, vas bunga, dan dompet. “Awalnya sulit membuat kerajinan ini, tapi setelah dipelajari sangat mudah dan rencananya kerajinan ini akan dilanjutkan di rumah serta dipamerkan di Kajen Expo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan pemanfaatan limbah plastik, selain akan menciptakan lingkungan bersih dari limbah juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, yang tentunya bisa mensejahterakan masyarakat desa.

Hal yang sama juga diungkapkan Diah Ayu (38). Ia saat itu membuat tempat untuk meletakkan cincin yang bahannya menggunakan tutup galon air minum.

“Di rumah banyak tutup air galon yang dibuang, daripada dibuang lebih baik dibikin kerajinan tangan dan membuatnya sangat mudah sekali,” katanya. (had)

Related Articles