Home Radar Kendal Masa Belajar Anak Didik di Rumah Diperpanjang

Masa Belajar Anak Didik di Rumah Diperpanjang

by Admin 3

*UN Ditiadakan, Disdikbud Kendal Dukung Kebijakan Pusat

Wahyu Yusuf Akhmadi
Kepala Disdikbud Kendal

KENDAL – Pemberlakukan masa belajar di rumah bagi anak didik di Kabupaten Kendal mulai jenjang Paud/TK, SD dan SMP sederajat diperpanjang hingga 11 April mendatang.

Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, pihaknya segera membuat surat edaran untuk memperpanjang masa libur sekolah hingga pertengahan April mendatang. Hal itu berdasar atas arahan Bupati Kendal melalu Surat Edaran (SE) Nomor: 360/196/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Epidemi dan Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

“Dalam Suarat Edaran Bupati ditegaskan bahwa status siaga darurat bencana di Kendal selama 92 hari mulai 18 Maret – 18 Juni 2020. Surat Edaran dari Disdikbud Kendal pertama berakhir 29 Maret, selanjutnya akan diperpanjang 2 pekan atau sampai 11 April,” katanya, kemarin.

Wahyu meminta, selama masa pembelajaran di rumah, agar tenaga pendidik lebih memperhatikan jenis tugas yang diberikan. Tenaga pendidik agar memberikan tugas ke siswa secara proporsional, tidak membebani, terlebih tugas yang diberikan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang dialami secara rutin seperti praktik beribadah, maupun edukasi corona dengan bahasa siswa.

“Hasil evaluasi 1 minggu berjalan, tugas yang diberikan selain jangan yang memperberat juga harus bersifat perseorangan, tidak boleh kelompok,” ujarnya.

Wahyu menyatakan, pendidik juga diminta menjadi agen edukasi, baik di satuan pendidikan maupun di lingkungan masing-masing. Pendidik juga berkewajiban untuk kordinasi maksimal dengan orangtua siswa terkait pembelajaran anak, kesehatan anak-anak, dan pastikan anak beraktivitas di rumah, bukan di luar rumah. Terkait dengan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, Kemendikbud secara resmi telah mengambil kebijakan telah meniadakan. Bahkan hal itu langsung disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

“Apa yang jadi kebijakan Kemendikbud kami selalu akan mendukung penuh. Termasuk adanya ujian sekolah berbasis online dan lainnya untuk menentukan syarat kelulusan bagi siswa,” lanjutnya.

Wahyu menjelaskan, selama liburnya siswa, tenaga pendidik di dinas pendidikan maupun satuan pendidikan tidak ikut libur, namun ada pembagian tugas. Pembagiannya, semua guru diwajibkan memandu pembelajaran dari rumah masing-masing dengan catatan mereka wajib hadir piket 1 hari dalam seminggu secara bergantian.

Sedangkan dalam institusi pendidikam dan satuan pendidikan meliputi kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang juga kepala sekolah, pengawas, penilik dan kordinator kecamatan untuk tetap melaksanakan tugas di kantor setiap hari.

“Kebijakan tersebut dimaksudkan agar dua hal yang menjadi ikhtiar bersama yakni pencegahan virus covid-19 dan pelayanan pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.(lid)

Related Articles