Home Radar Kendal Sepi Pembeli, Pedagang Cari Pinjaman

Sepi Pembeli, Pedagang Cari Pinjaman

by Admin 3

*Pemkab Hentikan Penarikan Retribusi Pasar Sementara
*Dampak Wabah Virus Corona (Covid-19)
*Bupati Minta Warga Jaga Kesehatan dan Kebersihan

SIDAK – Bupati Kendal bersama Forkopimda lakukan Sidak dua pasar, Pasar Gladak Kaliwungu dan Pasar Kendal.

KENDAL – Dampak wabah virus corona yang juga terjadi di negeri ini juga dengan cepat merambah ke sektor perekonomian rakyat kecil. Hal itu tampak dengan semakin lesunya tingkat jual beli yang ada di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kendal. Bahkan akibat sepinya pembeli ada pedagang yang terpaksa mencari pinjaman dana ke sebuah koperasi untuk memenuhi keberlanjutan hidup keluarganya.

Kondisi demikian diketahui saat, Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Forkompinda melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Tradisional Kaliwungu dan Pasar Kendal, Senin (23/3). Salah seorang pedagang sembako, Suarti (35) mengatakan, sepinya pembeli di pasar sudah berlangsung dalam kurun waktu 1 minggu. Sepinya pembelian barang komuditas juga tak hanya terjadi pada sembako dan sayuran akan tetapi juga turut dirasakan oleh pedagang ikan dan daging.

“Sepinya pembeli jadi keluhan yang sama semua pedagang. Sehingga uang yang masuk turun drasti kalau dibelanjakan lagi ndak nyukup. Ini terpaksa pinjam dulu ke koperasi. Untuk kebutuhan hidup keluarga. Harapanya pandemi Covid-19 segera ada solusinya agar kondisi perekonomian masyarakat kembali stabil,” katanya.

Pedagang lainnya, Iva S (40) mengaku bahwa dirinya cukup banyak menerima pesanan empon-empon. Dalam beberapa hari terakhir, dagangannya seperti jahe, temulawak, serei, kayu manis, hingga kunyit masih cukup ramai. Kebanyakan mereka mencari empon-empon untuk meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari berbagai virus.
“Masih banyak yang beli. Banyak yang dicarinya seperti kunyit temulawak dan kayumanis,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Subaedi mengatakan, sepinya pembeli di pasar-pasar tradisional sudah mulai tampak sejak 2 minggu silam. Dengan sepinya pembeli di pasar ini menunjukan bahwa masyarakat Kendal mulai patuh dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Terkait dampak perdagangan nantinya akan terus dilakaukan pemantauan lebih lanjut agar tetap stabil.

“Sejak dua mingguan pasar-pasar sepi pembeli. Tampaknya masyarakat Kendal merespon positip himbauan pemerintah meminimalkan kegiatan di luar rumah,” katanya.

Pantauan langsung di pasar-pasar tradisional digunakan Bupati untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang pasar dan pengunjung untuk menjaga kesehatan serta kebersihan. Kemudian juga untuk memastikan ketersedian tempat cuci tangan yang ada di pasar. “Warga juga kita ajak untuk sering cuci tangan guna mengantisipasi terjangkit Covid-19,” katanya.

Dari hasil kunjungannya ke pasar-pasar tradisional rata-rata sepi pengunjung. Karena dampak sepinya pasar membuat Bupati mengambil kebijakan untuk sementara waktu retribusi pasar akan dihentikan hingga kondisi kembali normal.

“Dampak dari virus corona ini mengharuskan kita untuk tidak sering beraktifitas di luar rumah atau mengisolasi diri selama 14 hari. Sehingga aktivitas jual beli di pasar pun jadi sepi. Pemerintah daerah saat ambil kebijakan akan menghapus retribusi sementara hingga kondisi mulai reda terutama wabah covid 19,” tukasnya.

Selain mengajak warga untuk cuci tangan dan tidak terlalu sering berkumpul, Bupati juga meminta warga untuk bersabar dalam kondisi seperti ini dan meminta agar tidak terlalu panik sehingga berimbas pada pembelian kebutuhan pokok yang berlebih dan mengakibatkan kelangkaan. Sementara maraknya isu penutupan pasar yang beredar di pedagang pasar, Bupati sendiri menepisnya tidak ada penutupan secara total melainkan penutupan dalam hal tengah dilakukan penyemprotan disinfektan.”Dan penyemprotannya itu dilakukan pada sore hari yang memiliki aktifitas kecil di pasar,” pungkasnya. (lid)

Related Articles