Home Nasional Resmi dari WHO, Social Distancing Dihapus

Resmi dari WHO, Social Distancing Dihapus

by Admin
anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto RMOL

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi mengganti istilah social distancing atau jarak sosial dalam penanganan virus corona atau Covid-19.

Sebagai gantinya WHO menerapkan istilah physical distancing atau jarak fisik.

Demikian disampaikan anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di kantor Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Jakarta Timur, Minggu (22/3/2020).

“Dalam pencegahan (penyebaran virus corona) di masyarakat, penerapan social distancing terbaru dari WHO adalah physical distancing,” ungkap Wiku.

Wiku menjelaskna, yang dimaksud physical distancing sendiri adalah masyarakat masih bisa melakukan hubungan sosial, namun tanpa tatap muka atau bertemu langsung.

Jadi, meski tetap tinggal di rumah, setiap orang masih bisa bercengkrama melalui berbagai teknologi yang sudah mutakhir.

Selain itu, Wiku menambahkan, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga menjadi faktor penting untuk memutus penyebaran virus corona atau Covid-19 saat ini.

Sampai dengan Minggu (21/3/2020), jumlah orang positif virus asal Kota Wuhan di Indonesia sudah mencapai 514 orang.

Sementara, jumlah pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 48 orang.

Demikian disampaikan Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam telekonferensi pers, Minggu (21/3).

“Ada penambahan kasus 64 orang (positif Corona). Jadi total positif 514 orang,” kata Yuri lewat telekonferensi.

Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan semubuh hari ini mencapai sembilan orang.

Dengan demikian, total jumlah pasien sembuh corona sudah mencapai total 29 orang.

“Dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” sambungnya.

Di sisi lain, jumlah pasien meninggal dunia dalam sehari ini saja, ada 10 pasien.

“Total hingga hari ini 48 orang (meninggal dunia),” ungkapnya.

Berdasarkan peta penyebaran Covid-19 di Indonesia pada laman resmi covid19.go.id, virus asal Kota Wuhan itu sudah menjangkiti 20 provinsi.

Peringkat pertama, ditempati DKI Jakarta disusul Jawa Barat dan Banten dengan jumlah terkonfirmasi terbanyak.

Di provinsi yang dimpimpin Anies Baswedan itu pula jumlah pasien meninggal juga menjadi yang terbanyak. Yakni 307 kasus positif dengan 29 meninggal dunia.

Sedangkan di provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil, tercatat 59 positif dengan sembilan orang meninggal dunia.

Disusul Provinsi Banten dengan 47 positif dan tiga orang meninggal dunia dengan satu orang sembuh.(jpg/ruh/pojoksatu)

Related Articles