Radar Batang

Ngototnya Wihaji Genjot Pariwisata

Wisata Batang

CURUG – Untuk melihat potensi wisata yang ada, Bupati Wihaji terjun langsung ke lokasi. Termasuk saat melakukan pengecekan potensi sebuah curug, Wihaji tak segan-segan berjalan tanpa alas kaki menuju lokasi.

6 Bulan, Belasan OW Sudah Dikunjungi

Kebijakan Bupati Wihaji meluncurkan program ‘Visit Batang Year 2022 dan Heaven of Asia’ dinilai sebagian kalangan sebagai langkah nekat. Namun, upaya mendongkrak kunjungan wisata itu juga sebanding dengan kekuatan potensi alam yang dmiliki Kabupaten Batang sekaligus ngototnya Bupati untuk memprioritaskan pembangunan pariwisata.

Salah satu wujud keseriusan itu bisa ditengok dari kegigihan Wihaji datang dan melihat langsung sejumlah destinasi wisata yang telah lama dikenal maupun yang baru diperkenalkan ke khalayak. Sesuai database Radar, ada lebih dari belasan tempat yang sudah dikunjungi Bupati yang dilantik sejak 22 Mei 2017 itu.

Untuk menyebut beberapa di antaranya, yakni Pandansari Kecamatan Warungasem yang dikenal dengan wisata river tubingnya, Wanawisata Kembanglangit, Blado, Curug Jeglong Kecamatan Tersono, Pantai Sigandu, Ujungnegoro, Celong, dan Pantai Jodo, Agrowisata Pagilaran, Kolam Renang Bandar, wisata kopi Tombo, Curug Sijeglong dan River Tubing di Margosono Kecamatan Tersono, paralayang BIkit Si Kuping Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, hingga Curug Sirawe di Dukuh Sigemplong, Pranten, Kecamatan Bawang.

Di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wabup Suyono, artinya Wihaji rata-rata mengunjungi dua atau lebih tempat wisata setiap bulannya dalam enam bulan terakhir. Data itu juga memberi gambaran tentang potensi kekayaan alam di Kabupaten Batang yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata. Nekat dan ngototnya Bupati untuk mendongkrak pariwisata pun diyakini bukan pepesan kosong.

“Kekuatan dan karakter Batang itu ada di alam, karena alamnya sedemikian kaya dengan corak geografis yang komplit. Kita punya segala yang dibutuhkan untuk menjadikan pariwisata alam di Batang maju dan dikenal di regional, nasional, bahkan Asia. Makanya sering saya sebut palugada, apa yang lu mau, gua ada,” ungkap Wihaji dalam sebuah kesempatan.

Potensi alam Kabupaten Batang menurut Bupati sangat kaya, baik pantai maupun dataran tingginya. Panjang garis pantai di Batang bahkan mendekati 40 km yang membentang di enam kecamatan, yakni Batang, Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih, dan Gringsing. Sementara dataran tingginya juga mendominasi wilayah Batang dan terkonsentrasi di wilayah selatan.

“Tanpa maksud mengecilkan, Kabupaten Pekalongan punya Petungkriyono, tetapi pantainya tidak cukup panjang, juga Kendal. Kota Pekalongan praktis tak punya dataran tinggi. Batang ini sebagian besar wilayahnya merupakan perbukitan dan pegunungan yang eksotis, tetapi garis pantainya juga sangat panjang. Ini potensi luar biasa,” jelasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments