Radar Kendal

Digelar Pengajian Akbar dan Tari Sufi

Digelar Pengajian Akbar dan Tari Sufi

DITUTUP – Rangkaian acara Festival Al Muttaqin Kaliwungu ditutup dengan pengajian akbar Mauludirosul. Pembicaranya Ali Sodhikin alias Kyai Gondrong.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Penutupan Festival Al Muttaqin

KALIWUNGU – Rangkaian acara Festival Al Muttaqin Kaliwungu ditutup dengan pengajian akbar Mauludirosul. Sebagai pembicaranya adalah Ali Sodhikin alias Kyai Gondrong. Pengajian digelar di Alun-alun Kendal, kemarin malam, menghadirkan tari sufi. Pengajian dihadiri ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Kabupaten Kendal.

Sebelum Kyai Gondrong tampil sejumlah penampilan kesenian tradisional memeriahkan puncak Festival Al Muttaqin 1439 H. Mulai penampilan marching band Gita Nirwana, Drum Blung Kresendo dan rebana.

“Ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan mulai dari Pawai Taaruf, lomba rebana, lomba weh-wehan, lomba Teng-tengan, lomba MTQ, lomba karikatur, lomba mewarnai, pentas musik Malaya bershalawat dan lainya. Even ini yang pertama kali dan bentuk kepedulian elemen kepemudaan untuk melestarikan tradisi yang ada di Kaliwungu sambut Maulud Nabi Muhammad SAW,” kata Ustad Lukmanul Hakim, ketua panitia Festival Al Muttaqin Kaliwungu.

Lukmanul Hakim mengatakan, kegiatan Festival Al Muttaqin Kaliwungu dibuat lebih gebyar dan meriah. Sebelumnya kegiatan ini digelar masjid Al Muttaqin namun dalam skala kecil, kali ini melibatkan seluruh elemen kepemudaan dan masyarakat Kaliwungu dibuat lebih besar dan meriah.

“Insya Allah ini akan menjadi kegiatan tahunan menyambut dan memeriahkan Maulud Nabi Muhammad SAW,” ujar dia.

Sementara Camat Kaliwungu, Dwi Cahyo mengatakan, tradisi khas Kaliwungu menyambut maulud nabi harus terus dilestarikan.

“Seperti teng-tengan yang mulai jarang dan langka kita bangkitkan lagi agar kemeriahan waktu dulu kembali ada di saat maulud nabi,” kata dia.

Puncak acara dengan penampilan Kyai Gondrong disambut meriah ribuan warga. Dengan mafia shalawatnya, kyai gondrong ini memberikan tausiyah diselingi dengan tarian sufi dan musik. Kyai Gondrong bahkan menyeruakan kebhinekaan dengan tidak memandang perbedaan.

“Perbedaan bukan masalah tapi kita yang memasalahkan perbedaan itu,” tegasnya.

Dalam tausiyahnya, Kyai Gondrong mengajak untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar hidup lebih berkah. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments