Radar Kendal

Keris Era Singosari sampai Mataram Islam Diperlombakan

Keris Era Singosari sampai Mataram Islam Diperlombakan

MELIHAT – Dandim Letkol Czi Hendro Edi Busono melihat berbagai ragam keris yang dipamerkan di lomba koleksi keris nasional.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pameran dan Lomba Koleksi Keris serta Lomba Perkutut Nasional yang dihelat Paguyuban Tosan Aji resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, Jumat (9/11), di GOR Bahurekso. Lomba yang memperrebutkan Piala Dandim Cup Kendal 2018 itu juga menyajikan berbagai produk keris tua yang eksostis, dari era Singosari sampai Mataram Islam.

Hadir Dandim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono, perwakilan Polres, veteran, komunitas keris, komunitas seni, dan komunitas perkutut Kendal. Dalam sambutannya, Wabup Masrur mengatakan, tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan, untuk mengenang perlawanan Arek Surabaya terhadap upaya agresi militer Belanda. Karena itu, maka semangat juang itu perlu terus digelorakan generasi kini dan nanti lewat berbagai cara, termasuk seni budaya. “Saya mengapresiasi terhadap pegiat seni di Kendal, sekaligus untuk lebih mengaktualisasikan dan memasyarakatkan rasa cinta seni dan budaya di masyarakat,” katanya.

Dikatakan Masrur, keris Indonesia sudah masuk dalam daftar warisan budaya dunia, maka sudah sepatutnya bangga. Hal itu untuk menunjukkan sebagai bangsa yang luhur. “Mari kita bangkitkan semangat anak-anak muda untuk nguri-nguri atau melestraikan seni dan budaya bangsa.” ungkapnya.

Dandim 0715/Kendal, Letkol Czi Hendro Edi Busono mengatakan, nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan usang, karena setiap waktu akan ada generasi yang mengaktualisasikannya sesuai situasi zaman. “Peringatan Hari Pahlawan sebagai barometer seberapa kuat keyakinan yang dimiliki di negeri ini terhadap nilai-nilai perjuangan dari suatu proses kehidupan bangsa dan bernegara,” katanya.

Pameran dan Lomba Koleksi Keris itu menurut Dandim penting. Selain mengenalkannya pada generasi muda, juga untuk nguri-uri budaya adilhung bangsa. “Keris merupakan warisan budaya yang punya nilai histhoris yang tak bisa dilupakan begitu saja,” tukasnya.

Ketua Panitia, Jupriono mengatakan, Pameran dan Lomba Koleksi Keris Nasional digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November. Lomba memperebutkan piala Dandim Cup Kendal ini digelar selama dua hari, tanggal 9 -10 November 2018. Lomba diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa, seperti Lombok, Jakarta dan Palembang. “Benda keris yang dipamerkan sekitar 500 keris dan tombak, mulai yang tertua peninggalan zaman Kerajaan Singosari, Majapahit, Demak, Kediri, Pajang dan Mataram Sultan Agung,” katanya.

Kata Jupriono, keris merupakan benda hasil kreasi seni budaya, berupa seni tempa, bukan benda yang dikaitkan dengan klenik atau mistis. Kegiatan lainya lomba Perkutut Lokal yang diadakan di Area Parkir Stadion Utama Kendal pada Minggu 11 Nopember. Kegiatan ini dimeriahkan pentas seni, koleksi benda purbakala, bazar UMKM dan sepeda tua.(nur)

PENULIS: NUR KHOLID MS

Facebook Comments