Radar Kajen

Kampung Tahu Masuk Lomba Habitat Provinsi

Kampung Tahu Masuk Lomba Habitat Provinsi

BERJUMPA – Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi bersama masyarakat saat mengikuti berjumpa di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong.
TRIYONO

BOJONG – Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, yang lebih dikenal dengan Kampung Tahu salah satu best practice atau langkah pemerintah pengentasan kekumuhan di Kabupaten Pekalongan. Kampung Tahu kini masuk dalam lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kemarin, Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi menggelar kegiatan Bersih Jumat Pagi (Berjumpa) di Kampung Tahu. Bupati hadir bersama para Kepala OPD Pemkab Pekalongan. Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan Berjumpa ini rutin, di setiap desa. Untuk itu pihaknya juga keliling ikut bersama masyarakat melakukan bersih-bersih lingkungan.

Diungkapkan, berjumpa di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojonh merupakan kegiatan khusus, karena masuk dalam lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan, secara umum kegiatan berjumpa adalah menjadikan percontohan, bagaimana program kali dilaksanakan secara sinergi, bisa mengentaskan banyak faktor.

“Tidak hanya infrastruktur saja, melainkan pemberdayaan masyarakat, partisipatoris, dan paling penting adalah dapat mempengaruhi atau menjadi pola hidup kebiasaan masyarakat. Kemudian berimplikasi pada peningkatan pendidikan, serta kesehatan masyarakat,” kata bupati.

Dikatakan, karena pembangunan lingkungan yang dilakukan memiliki implikasi sangat banyak. Diantaranya adalah Berjumpa untuk mengentaskan kekumuhan daerah, dan menciptakan pola hidup bersih serta sehat bagi masyarakat.

“Sehingga program tersebut menjadi salah satu yang serius dilaksanakan, kemudian dikawal secara baik. Semua elemen di Kabupaten Pekalongan turut dalam menyukseskan program, sehingga tercipta lingkungan bersih dan sehat,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga tak luput dari peran kepala desa yang berupaya keras menggerakkan masyarakat, kemudian Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), progam Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), serta sinergi anggaran ke peran kepala desa, bkm, kotaku, sinergi anggaran ke Penataan Lingkungan Berbasis Kumuh (PLBK).

“Proyek seperti ini biasanya setiap tahunnya menurun, tapi mudah-mudahan ini tidak, melainkan dijaga sampai anak cucu, menjadi lebih baik, ditata lebih baik dan modern oleh anak cucu kalau bisa merawatnya. Kalau tidak, ini merupakan kenangan pahit generasi selanjutnya,” tandasnya. (yon)

PENULIS: TRIYONO

Facebook Comments