Radar Kajen

Pasca Kebakaran, Pemerintah Langsung Bangun Pasar Darurat

Dua hari setelah Pasar Wiradesa kebakaran, pemerintah langsung bergerak cepat dengan menggelontorkan anggaran untuk membangun pasar darurat. Seperti apa? M Hadiyan, Wiradesa

Pasca Kebakaran, Pemerintah Langsung Bangun Pasar Darurat

BATU PERTAMA – Bupati Pekalongan KH Asip Khilbihi secara simbolis meletakan batu pertama untuk pembangunan Pasar Darurat Wiradesa paska kebakaran kemarin.
TRIYONO

Paska dilalap sijago merah, Pemkab Pekalongan bergerak cepat dengan membangun pasar darurat untuk menampung pedagang korban kebakaran Pasar Ekster Wiradesa. Adapun peletakan batu pertama pembangunan pasar darurat dengan anggaran Rp 350 juta ini dilakukan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Jumat (9/11) pagi.

Pasar darurat di atas lahan seluas 1.600 m2 ini dibangun tak jauh dari lokasi pasar yang terbakar.

Dari pantauan beberapa pedagang yang menjadi korban kebakaran sudah mulai beraktivitas dengan membuat lapak-lapak kecil di sekitar pasar yang terbakar. Sebagian lagi belum memulai berjualan lantaran belum memiliki modal.

Salah satu pedagang, H Amat, menuturkan, empat bangunan berukuran 4X2 meter miliknya di lokasi pasar ludes terbakar. Amat sudah lama berjualan aneka macam snack di pasar itu. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 200 juta. Amat menyerahkan sepenuhnya pembangunan pasar baru kepada pemerintah.

“Untuk jualan nanti di pasar darurat. Modalnya kemungkinan pinjam bank dulu. Semua barang snack saya ludes, padahal malam harinya baru saya isi semuanya (keempat tokonya),” tutur dia.

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi mengatakan, pada Rabu (7/11) dini hari Pasar Ekster (eks terminal lama) Wiradesa ludes terbakar. Pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan secepatnya akan membangun pasar darurat, agar para pedagang bisa berjualan kembali.

“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar darurat. Pasar darurat ini akan selesai dalam satu bulan kedepan. Setidaknya pedagang ada kepastian lokasi untuk berjualan. Untuk sementara silahkan cari tempat yang paling enak, tapi setelah itu akan tertata kembali di pasar darurat,” katanya.

Pada tahun 2019, lanjut dia, Pemkab Pekalongan sudah merencanakan untuk membangun pasar ekster yang terbakar tersebut, dengan rencana anggaran yang disiapkan Rp 4 miliar. Bangunan pasar baru itu akan mampu menampung 400-an pedagang pasar yang menjadi korban kebakaran.

“Kebetulan setting Pasar Wiradesa ini perblok. Jadi ini kebetulan saja. Blok ini akan dibangun dulu. Insya Allah akan menjadi lebih baik. Ini hikmah dibalik musibah,” ujarnya.

Asip berpesan, dengan usia pasar induk yang sudah tua, sekitar 30 tahun, maka harus dijaga. Asip sudah memerintahkan kepada kepala pasar setiap malam untuk berpatroli, terutama untuk menjaga arus pendek, orang lupa mematikan kompor, dan lainnya untuk segera diantisipasi.

“Khusus untuk kebakaran ini kami minta ke Labfor Polda Jateng untuk melakukan penyelidikan, sehingga kita mengetahui persis penyebab kebakaran, apakah itu dari konsleting listrik karena usia jaringan listriknya yang sudah lama, atau akibat pedagang yang lalai mematikan kompor, atau sebab-sebab lain. Ini juga kita secara serius meminta bantuan Polda untuk melakukan investigasi. Tujuannya untuk pelajaran kita, sekaligus bentuk pengamanan dari pasar-pasar di Kabupaten Pekalongan,” katanya.(yon)

PENULIS: TRIYONO

Facebook Comments