Metro Pekalongan

Habib Luthfi Berharap Ziarah ke TMP Tiap 9 November Sore Jadi Rutinitas

Habib Luthfi Ziarah

ZIARAH DAN DOA BERSAMA – Habib Luthfi bersama Wali Kota, TNI, Polri, Kepala Kankemenag, perwakilan forkompinda, ulama, FKUB, dan tokoh lintas agama mengadakan ziarah dan doa bersama di TMP Prawira Reksa Negara, Kota Pekalongan, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/11) sore.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengharapkan kepada Pemerintah Daerah, untuk menjadikan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan tiap tanggal 9 November sore hari menjelang Peringatan Hari Pahlawan 10 November, menjadi agenda rutin tahunan.

Dengan begitu, harapannya generasi penerus bangsa akan selalu mengingat sejarah, mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Demikian disampaikan Habib Lutfhi, saat ziarah dan doa bersama dengan jajaran forkompinda Kota Pekalongan, TNI, Polri, ulama, para santri, dan tokoh lintas agama di Taman Makam Pahlawan Prawira Reksa Negara, Kota Pekalongan, Jumat (9/11) sore.

“Saya usul kepada Pemerintah Daerah. Ziarah yang diadakan sore hari tanggal 9 November bisa dijadikan agenda rutin tahunan. Sebab saya mengingat adik-adik kita, anak-anak kita sekarang sudah banyak yang melupakan sejarah dan akhirnya yang saya khawatirkan nantinya adanya penjajahan oleh Belanda itu fiktif. Seolah-olah tidak ada, hanya dongeng. Ini yang akan timbul. Sebelum timbul kita harus mengantisipasi,” ungkap Habib Luthfi.

“Kalau bisa jadi rutinitas tahunan sehungga akan membangkitkan anak-anak atau adik-adik kita supaya tidak kepaten obor,” imbuh Habib Luthfi.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi menuturkan pentingnya memperingati Hari Pahlawan yang diperingati tiap tahun tiap tanggal 10 November. Dengan ziarah ke taman makam pahlawan juga salah satu upaya supaya tidak lupa akan sejarah bangsa ini. Dengan sejarah kita bisa menggali untuk meningkatkan rasa handarbeni, memiliki rasa nasionalisme.

“Selain itu dengan kita berziarah ke taman makam pahlawan adalah untuk menjalin kesatuan persatuan. Kita akan melihat siapa yang dimakamkan di sini. Ada yang dari Islam, Kristen, Hindu, Budha. Para beliau yang mendahului kita ini menunjukkan jiwa nasionalismenya dan tanggungjawabnya terhadap bangsa atau republik ini,” tuturnya.

Maka, imbuh Habib, sudah selayaknyaa kita adakan Peringatan 10 November untuk mengingat kembali atas jasa-jasa yang diperjuangkan para beliau. “Yang penting apakah setelah apa yang diperjuangkan beliau kita mampu mengisi kemerdekaan ini atau tidak. Itu yang harus kita jawab bersama,” pesan Habib Luthfi.

Sementara, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz berterima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang telah datang ke TMP dalam rangka berziarah dan doa bersama untuk para pahlawan, menjelang Hari Pahlawan 10 November.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, tiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Memperingati perjuangan para pahlawan bersama para ulama dan seluruh elemen bangsa Indonesia di Surabaya waktu itu, untuk mengusir Belanda yang kembali datang untuk menjajah Indonesia. Waktu itu juga KH Hasyim Asyari mengeluarkan resolusi jihad sehingga semakin menggerakkan para ulama dan para santri untuk bersama-sama berjuang mengusir penjajah,” ungkapnya.

Ziarah dan doa bersama di TMP Prawira Reksa Negara kemarin diikuti ratusan orang. Sejumlah tokoh hadir. Mulai dari Wali Kota, Habib Luthfi, Wakapolres Pekalongan Kota dan jajarannya, Kasdim 0710/Pekalongan dan jajarannya, Ketua PCNU Kota Pekalongan, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan sejumlah ulama, santri ponpes, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh lintas agama.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin, pembacaan tahlil, dilanjutkan dengan doa bersama, dan sambutan oleh Habih Luthfi dan Walikota. (way)

Facebook Comments