Radar Kajen

800 Rumah Kebanjiran Air Hujan Bercampur Rob

Rumah Kebanjiran

TERGENANG – Tampak warga tengah mencari ikan di sebuah tambak yang tergenang di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Setidaknya ada sekitar 800 rumah warga Jeruksari yang kebanjiran.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Hujan semalam mengakibatkan ratusan rumah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, tergenang banjir, kemarin. Setidaknya, kedalaman air mencapai 30 hingga 40 cm di beberapa titik.

Sebenarnya, banjir rob sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Kondisi diperparah dengan guyuran air hujan yang turut menggenang bersama limpahan air laut tersebut. Akibatnya, tidak kurang dari 800 rumah warga di desa tersebut tergenang air.

“Sekitar 1.600 rumah warga yang ada di Jeruksari, 800 rumah di antaranya tergenang air. Aktivitas warga jelas terganggu,” kata Wahyu, perangkat desa setempat, kemarin.

Rob yang menggenang sejak sepekan itu, volumenya cukup tinggi. Bahkan, mengganggu aktivitas ekonomi warga. Banyak perajib batik yang tidak berproduksi.

“Meski demikian, warga masih tetap bertahan. Dengan kondisi seperti ini,” kata dia.

Hal sama diungkapkan Wahiri, warga Jeruksari, kemarin. Ia mengatakan, akibat genangan di permukiman penduduk, warga jadi sulit akses keluar masuk ke rumah. Bahkan kendaraan bermotor ditaruh di pinggir-pinggir jalan.

“Motor saya juga kita taruh di jalan. Rumahnya pada tergenang,” kata Wahiri.

Di sisi lain, ia berharap, pembangunan tanggul melintang penangkal rob, dapat segera selesai. Sehingga, diharapkan, impian warga untuk terbebas dari rob dapat segera terwujud.

“Untuk sepekan ini, proyek tanggul melintang di Jeruksari untuk sementara terlihat masih terhenti. Aktivitas proyek di tanggul yang berada di Jeruksari, belum berlanjut. Kami berharap, bisa segera selesai,” tandasnya.

Sementara, Kabid PSDA DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Edhi Setiawan mengatakan, pembangunan tanggul yang merupakan proyek nasional itu, menurut informasi yang ia dapat, sudah sesuai target yang direncanakan. Meski demikian, persentase pembangunannya masih belum diketahui.

“Itu bukan ranah kabupaten. Kita hanya membantu melakukan percepatan seperti persoalan sosial, membantu penyelesaian pembebasan lahan. Kalau fisik tanah pusat,” ujar Edhi.

Selain pembebasan tanah, lanjut dia, Pemkab Pekalongan juga sharing pembiayaan pada saluran drainase. “Yang punya wilayah kan kabupaten, kita membantu secara sosial saja. Ketika ada yang perlu diselesaikan ya kita bantu,” tambahnya.

Proyek nasional ini dilaksanakan secara multiyears, dan direncanakan selesai akhir 2019. Sehingga, ditargetkan 2020 sudah bisa efektif digunakan. (yan)

Facebook Comments