Metro Pekalongan

Pasar Darurat Sorogenen Banjir, Pedagang Berencana Pindah

Pasar Darurat Sorogenen

TERGENANG -Sebagian titik Pasar Darurat Sorogenen tergenang banjir akibat hujan lebat pada Kamis (8/11). Pedagang berencana pindah dan mencari lokasi yang kering.
M AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Paska hujan deras Kamis (8/11) malam, sebagian titik di komplek Pasar Darurat Sorogenen kebanjiran. Genangan yang muncul di beberapa titik mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter sehingga mengganggu aktifitas pedagang. Mereka mengeluh tidak nyaman menjalani kegiatan berdagang dan kehilangan pembeli yang enggan masuk ke dalam pasar.

Terhadap kondisi itu, sebagian pedagang berencana untuk pindah lokasi lapak ke bagian barat Lapangan Sorogenen atau di dekat parkir motor. Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjarsari (P2PB) Slamet Mahfudh.

“Kemungkinan besok pada pedagang pindah ke taman atau ke lokasi di dekat parkir bagian barat. Disana ada trotoar yang masih bisa digunakan,” katanya.

Jika tak segera diselesaikan, dia mengaku khawatir penataan kedepan akan lebih susah. Karena pedagang yang memutuskan pindah lokasi, akan sulit diajak kembali ke lokasi sebelumnya jika kondisi belum diperbaiki.

“Mestinya saluran-saluran pembuang yang sudah ada segera di normalise. Selanjutnya juga perlu ditambah beberapa saluran pembuang mengingatkan kedepan pada saat musim hujan intensitas turunnya hujan sudah tinggi akan lebih sulit karena debet air yang lebih banyak,” tuturnya.

Slamet Mahfudh mengaku sebelumnya sudah sering mengingatkan perihal ancaman genangan air di lokasi tersebut jika terjadi hujan. “Padahal baru permulaan. Sejak awal sudah sampaikan di dalam rapat persiapan relokasi di Sorogenen khususnya terkait fasum dan saluran pembuang bila musim hujan datang. Karena saya ngerti persis kondisi Lapangan Sorogenen jika musim hujan,” tambahnya.

Kondisi komplek pasar yang tergenang, juga bukan pertama kalinya terjadi. Pedagang mengaku setiap terjadi hujan, selalu ada genangan di beberapa titik khususnya di bagian dalam lapangan.

Senada diungkapkan salah satu pedagang, Sugeng (45). Dia menuturkan bahwa kondisi ini bukan kali pertama dirasakan para pedagang. “Kondisi ini sudah dua kali terjadi kayanya. Dan ini paling besar. Kondisi seperti ini sangat tidak nyaman karena pembelinya gak mau kesini milih yang gak banjir. Kecuali yang emang sudah langganan,” keluh Sugeng.

Hal sama juga dikeluhkan pedagang lain Suwarni (54). Dia mengeluhkan sepinya pembeli yang dikarenakan genangan air yang menggenangi sebagian lokasi Pasar Darurat Sorogenen. “Pembelinya sepi, banyak yang milih beli di yang kering , gak mau kesini dari tadi sepi,” kata suwarni . Dia beserta pedagang lainya mengharapkan adanya perbaikan kembali pasar darurat dengan menambah saluran air sebagai pembuangan. (nul)

Facebook Comments