Radar Kendal

Revitalisasi Pasar Dideadline 65 Hari, Rekanan Terpaksa Lembur

Revitalisasi Pasar Dideadline 65 Hari, Rekanan Terpaksa Lembur

AKTIVITAS PEKERJA – Sejumlah pekerja telah memulai proses pengerjaan revitalisasi pasar Kendal.
AKHMAD TAUFIK

KENDAL – Proyek revitalisasi Pasar Kendal sudah mulai dilaksanakan sejak tanggal 24 Oktober 2018 lalu. Meski dengan nilai kontrak mencapai Rp 4,7 miliar, pengerjaan proyek yang bersumber dari anggaran pusat itu hanya diberi waktu selama 65 hari kalender, sehingga penyedia jasa harus merampungkan pekerjaan pada 31 Desember 2018 mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Sukron Samsul Hadi mengatakan, proyek revitalisasi pasar tersebut merupakan dana bantuan dari pusat dan pihaknya hanya pelaksana saja. Dengan anggaran sebesar itu, rekanan harus menyelesaikan pembangunan sebanyak 200 kios, los, dan lapak pedagang.

“Jadi lokasi yang dibangun awalnya adalah jalan di tengah pasar, kemudian dengan adanya bantuan tersebut kami bangun untuk diperuntukan sebagai kios dan lapak. Memang melihat waktu yang mepet rekanan hanya diberikan waktu 65 hari saja, semua yang mengatur dari pusat sedangkan kami yang di kabupaten tinggal melaksanakan saja,” ungkapnya, Kamis (8/11).

Sementara itu, para pedagang yang memiliki lapak di lokasi tersebut dipindahkan ke terminal pasar. Namun, para pedagang yang memiliki kios enggan pindah dengan alasan barang dagangan terlalu banyak jika menempati kios darurat tidak akan cukup.

“Kami dari awal sebenarnya menghendaki agar semua lapak atau kios pindah ke lokasi sementara, namun dari para pemilik kios enggan pindah. Padahal lokasi proyek sangat berbahaya, apalagi nantinya akan ada alat berat. Kalau sampai ada kecelakaan kerja, meskipun kami tidak berharap, pada akhirnya pun kami yang bertanggung jawab,” terang Sukron.

Oleh karena itu, sementara jalan yang biasa menuju kios dan kebetulan menjadi lokasi pembangunan ditutup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk tahap awal, proses pebangunan masih dalam tahap penggalian untuk pondasi. Bahkan rekanan harus mengerjakan proyek hingga malam hari untuk kejar target waktu yang telah diberikan.

“Jalan tengah yang berada di lokasi pembangunan pasar kami tutup sementara. Rekanan akhirnya mengerjakan pembangunan tersebut sampai malam hari untuk memenuhi target waktu yang ditentukan,” pungkasnya.(fik)

PENULIS: AKHMAD TAUFIK

Facebook Comments