Metro Pekalongan

Syarat Menjadi Kepala Sekolah Sekarang Sangat Ketat

KOTA – Terbitnya Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, memunculkan syarat ketat bagi seorang guru yang akan menjadi kepala sekolah. Ada beberapa tahap yang harus dijalani sebelum akhirnya dapat dicalonkan sebagai kepala sekolah diantaranya harus memiliki sertifikasi dari lembaga yang telah ditentukan dan menjalani diklat.

“Dalam Permendikbud yang baru, seorang kepala sekolah bukan lagi sekedar guru yang diberi tambahan tugas sebagai kepala sekolah tapi benar-benar seorang yang memiliki kualifikasi yang sesuai dan menjalani serangkaian tahapan mulai dari uji sertifikasi hingga mengikuti diklat calon kepala sekolah selama 71 jam. Setelah memegang sertifikat itu baru dia bisa dicalonkan sebagai kepala sekolah,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Suroso.

Kedepan, lanjut Suroso, kepala sekolah memliki beban kerja sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah tidak lagi mengajar. Kecuali ada kekurangan guru pada satuan pendidikan maka kepala sekolah bisa membantu melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung.

“Jadi proses dalam tahapan menyeleksi kepala sekolah ini jelas membutuhkan anggaran dan waktu yang panjang. Kalau untuk sekolah negeri mungkin relatif mudah karena bisa ditopang dari APBD. Tapi untuk sekolah swasta mungkin agak kesulitan untuk melaksanakan proses dan tahapan yang sudah ditentukan. Padahal syarat ini berlaku untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta,” tambahnya.

Saat ini berdasarkan data Dinas Pendidikan, sebanyak 18 posisi Kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP kosong hingga tahun 2019. Saat ini Dinas Pendidikan sedang mempersiapkan diri untuk menyesuaikan pengangkatan Kepala Sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018.

Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018, sebelumnya sudah disosialisasikan bersama seluruh sekolah, Rabu (7/11). Dalam kegiatan tersebut, Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfud dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyatakan bahwa Pemkot Pekalongan akan mendukung setiap regulasi yang bertujuan untuk kemajuan di dunia pendidikan, terlebih pendidikan merupakan prioritas dalam visi misi masa pemerintahannya saat ini.

Walikota menambahkan, dengan hadirnya Permendikbud tugas kepala sekolah adalah tugas utama, bulan lagi tugas sambilan sebagaimana pelaksanaan terdahulu. Terbitnya peraturan tersebut menurut Walikota dapat mempermudah bagi kepala sekolah untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal, bagaiamana ia mampu mengembangkan para guru serta pendidikan khususnya di Kota Pekalongan.(nul)

PENULIS: M AINUL ATHO

Facebook Comments