Radar Kajen

Banyak Gambar Caleg dan Presiden di Angkutan

Sejak September 2018, sudah dimulai kampanye pemilihan calon legislatif dan calon presiden/wakil presiden. Seperti apa semaraknya? M Hadiyan, Kajen

Banyak Gambar Caleg dan Presiden di Angkutan

KACA BELAKANG – Banyak poster peserta pemilu yang terpasang di kaca belakang angkutan umum di Kabupaten Pekalongan.
MUHAMMAD HADIYAN

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai marak gambar-gambar caleg maupun capres yang terpampang di angkutan-angkutan umum di Kabupaten Pekalongan. Padahal, penggunaan mobil branding untuk kendaraan pribadi saja dilarang, apalagi kendaraan umum.

Seperti yang tampak pada beberapa kaca belakang angkutan desa (angkudes) di Kedungwuni, Bojong dan Kajen. Terpantau, beberapa gambar capres dan caleg beserta nomor urutnya menutupi kaca belakang, hingga penumpang yang berada di dalam tak terlihat dari luar.

Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno membenarkan hal tersebut. Ia tak membantah, bahwa banyak angkutan yang digunakan untuk mobil branding peserta pemilu. Menurutnya, hal itu jelas dilarang sebagaimana ketentuan di dalam PKPU No 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

Dalam pasal 80 di PKPU tersebut, dijelaskan, mobil atau ambulans yang berlogo Partai Politik, sepanjang tidak mencantumkan nomor urut Partai Politik sebagai Peserta Pemilu, tetap dapat digunakan. Mobil atau ambulans sebagaimana dimaksud hanya dapat digunakan untuk kegiatan operasional atau menjalankan fungsi sosial Partai Politik dan untuk pelayanan publik.

“Kalau ini jelas, mencerminkan citra diri. Sebab, ada foto orangnya, logo parpol dan nomor urut. Sehingga dilarang,” kata dia, kemarin.

Rencananya, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Pekalongan untuk membicarakan hal tersebut. “Kalau pembicaraan awal sudah kita lakukan. Tinggal nanti rapat, dan dilanjutkan langsung dengan penindakan,” terangnya.

Rencana tindakannya, gambar-gambar peserta pemilu yang menempel di kaca mobil angkutan umum itu akan segera dicopot. Sopir angkutan umum juga akan kita berikan sosialisasi bahwa hal tersebut dilarang sesuai aturan dalam pemilu.

“Nanti akan kita tertibkan bersama Dingin dan Polres Pekalongan. Saat ini, Panwascam di kecamatan-kecamatan tengah melakukan inventarisir di angkutan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dingin) Kabupaten Pekalongan, Mukhlisin mengatakan, sudah ada koordinasi dari Bawaslu terkait hal itu. Menurutnya, secara aturan, tidak hanya gambar caleg, apabila kaca angkutan ditutup dengan kaca film yang tebalnya melebihi 1/4, maka juga dilarang.

“Soal ini, Bawaslu akan mengadakan rapat dan langsung lakukanlah tindakan ke lapangan,” jelasnya, kemarin.

Ia mengaku, sebelumnya pihak Dinhub juga didatangi oleh seseorang yang meminta izin untuk memasang gambar peserta pemilu di angkutan umum. “Namun, dengan aturan yang ada, kami menolak dan tidak mengizinkan,” tandas Mukhlisin. (yan)

PENULIS: MUHAMMAD HADIYAN

Facebook Comments