Metro Pekalongan

Menengok Tradisi Rebo Kasan, Ramai Udik-udikan

Udik-udikan

UDIK-UDIKAN – Warga Jalan Irian, Sapuro Kebulen, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sedang melaksanakan tradisi udik-udikan (menaburkan uang) dalam rangka Rebo Wekasan, kemarin (7/11).
WAHYU HIDAYAT

Bertepatan dengan hari Rabu terakhir di bulan Shafar, masyarakat Kota Pekalongan mengadakan tradisi “Rebo Kasan”, “Rebo Wekasan”, “Rabu Pungkasan”, kemarin (7/11). Seperti apa? WAHYU HIDAYAT, KOTA PEKALONGAN

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, warga Kota Pekalongan juga memperingati Rebo Kasan dengan menggelar sedekah dengan cara “udik-udikan”, atau menaburkan uang.

Acara udik-udikan ini terpantau ramai dilaksanakan di banyak penjuru kampung kota batik sepanjang hari kemarin, dari pagi, siang, sampai sore hari. Caranya pun hampir sama di satu lokasi dengan lokasi lain.

Sebagian besar uang yang dipakai udik-udikan adalah uang koin. Namun tak sedikit pula yang disertai lembaran uang kertas serta permen. Uang-uang ini juga dicampur dengan beras dan kunir (kunyit) yang telah dihaluskan. Bukan hanya membagi-bagikan uang, warga juga banyak yang membagi-bagikan nasi bancakan. Ada kepercayaan bahwa hal itu sebagai salah satu bentuk sedekah untuk menolak bala.

Ramainya acara udik-udikan ini antara lain terlihat di daerah Podosugih, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, dan sejumlah kelurahan lainnya. Di berbagai gang maupun pinggir jalan kampung pun banyak warga, baik tua, muda, maupun anak-anak yang setia menunggu tetangganya melakukan udik-udikan.

Salah satunya diungkapkan Amat (42), warga Sapuro Kebulen. Dirinya sudah menunggu-nunggu tradisi udik-udikan ini sejak beberapa hari sebelumnya. “Mau ikut ngrayah udik-udikan. Kalau dapat banyak kan lumayan. Alhamdulillah hari ini dapat sekitar lima belas ribu rupiah. Tadi ikut ngrayah di tiga tempat. Meski harus desak-desakan, tapi yang penting rahat,” tuturnya.

Menurut Suwardi, salah seorang warga, tradisi udik-udikan itu sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya tradisi tersebut diniati sebagai sedekah, dan berdoa supaya terhindar dari bala (malapetaka). “Acara seperti ini bukan suatu keharusan sih. Tapi niatnya untuk sedekah, supaya tambah berkah dan katanya juga sebagai tolak bala. Selain itu untuk menambah kerahatan di kampung,” ungkapnya.

Dia menambahkan, yang tak boleh dilupakan di momen Rebo Kasan adalah meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, memperbanyak doa, zikir, memperbanyak bersedekah, dan amalan baik lainnya.

“Beribadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga mendapat rezeki yang barokah, dan semoga selalu dalam lindunganNya,” imbuhnya. (*)

Facebook Comments