Radar Batang

Diduga Dibakar Pacarnya, Wanita Muda Ini Akhirnya Meninggal

TKP Wanita Dibakar Pacar

TINJAU – Kapolsek Batang Kota AKP Asfauri didampingi anggota meninjau TKP kos-an. Di kamar itulah Rokhyati ditemukan sudah dalam kondisi terbakar.
M DHIA THUFAIL

Polisi Buru Teman Pria Korban

Rohyati (26) warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Rabu (7/11) sore ditemukan terbakar di dalam kamar kos-annya di Kelurahan Watesalit, Kecamatan/Kabupaten Batang, akhirnya dinyatakan meninggal, Kamis (8/11) sore kemarin. Dia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan luka bakar serius dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Kalisari Kabupaten Batang.

Saat dilarikan ke RSUD, Rohyati memang dalam kondisi parah. Dia mengalami luka bakar 96 persen, di mana sekujur tubuhnya terdapat luka bakar sangat serius.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Kalisari Batang dr Bekti Mastiadji melalui Kasi Pelayanan Medis, dr Nur Hidayati, bahwa Korban mengalami luka bakar hingga 96 persen, mulai kaki hingga kepala. Sampai Kamis (8/11) siang, kondisi kesehatan korban terus menunjukkan penurunan.

“Memang, pada saat dibawa ke RSUD korban ini masih dalam keadaan sadar dan terlihat normal. Namun hingga Kamis (8/11) siang kondisinya semakin memburuk. Dia sudah tidak sadar dan harus mendapatkan bantuan alat pernapasan (ventilator,red),” jelasnya.

Pihak RSUD, kata dia, sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi korban. Namun, Rohayati akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (8/11) pukul 16.25 WIB. “Ya, kondisi korban sudah menunjukkan penurunan terus menerus, dan akhirnya dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia pada pukul 16.25 WIB di ruang ICU,” katanya.

Sebelumnya, korban Rohyati ditemukan oleh tetangga kos-nya dari dalam kamar dalam kondisi sekujur tubuh masih dilalap si jago merah. Dia hanya bisa berteriak minta tolong dari dalam kamar, karena pintu kamar kos-annya dalam keadaan terkunci dari luar.

Rani Rivani (25), tetangga kos korban menuturkan, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 16.30 WIB. Ia bersama dua orang temannya yang hendak berangkat kerja mendengar suara pertengkaran dan benda jatuh dari dalam kamar korban.

“Tak lama, saya mencium bau kebakaran. Karena penasaran, akhirnya saya melihat situasi di luar. Dan benar saja, saat saya keluar, terlihat seorang laki laki baru saja keluar (loncat,red) dari dalam kamar korban melalui jendela kamar. Saat kejadian, dia hanya mengenakan sarung tanpa baju atasan,” ungkapnya, saat ditemui Kamis (8/11).

Ia mengatakan, laki laki tersebut juga dalam kondisi terbakar. Namun, saat hendak diberi pertolongan, laki laki yang diduga teman pria korban itu malah melarikan diri dengan kondisi api yang masih membakar sarung yang digunakan.

“Dia keluar dari jendela kamar dengan kondisi sarung yang digunakan masih terbakar. Saat hendak saya ambilkan air untuk memadamkan, dia sudah lari duluan. Dia lari kearah jalan, tidak menggunakan sepeda motor,” katanya.

Kemudian, Rani langsung berlari ke arah kamar korban yang saat itu tampak api sudah berkobar kobar dan mengeluarkan kepulan asap tebal. Namun saat itu Rani kebingungan, karena pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

“Akhirnya saya buka jendela kamarnya dan melihat sekujur tubuh korban masih terbakar. Dengan air seadanya, saya mencoba untuk memadamkannya dari luar kamar. Korban yang saat itu masih dalam kondisi sadar, memberitahu saya bahwa kunci kamarnya berada di dalam ember, tertutup cucian kotor diluar kamarnya. Kemudian saya cari dan menemukannya. Lalu saya bergegas membuka dan menyiramkan air sebanyak banyaknya ke sekujur tubuh korban,” bebernya.

Setelah api padam, kata Rani, ia bergegas menghubungi ambulans dan petugas kepolisian. Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Kalisari untuk mendapatkan pertolongan. “Korban ini sudah sekitar tiga tahun kos di sini. Setahu saya juga, ia pernah bekerja sebagai buruh batik (colet,red) sutera. Dan terkait kejadian ini, sebelumnya korban sering terlibat pertengkaran dengan teman lelakinya,” paparnya.

Sementara itu, pihak keluarga yang menunggu korban di rumah sakit nampak terpukul dengan kematian korban. Mereka berharap agar kepolisian bisa mengungkap siapa dalang penyebab tubuh korban terbakar. “Kita berharap semuanya bisa terungkap. Bila ada yang sengaja membakar, segera ditangkap dan pelakunya dapat dihukum setimpal,” kata Rasmani, paman korban.

Menurut Rasmani, rencananya jenazah korban akan dikirim ke rumah orangtuanya di Desa Denasri, Kecamatan Batang dan akan dimakamkan pada esok harinya pada Jumat (9/11) sekitar pukul 09.00, di tempat pemakaman umum di Desa Denasri Kulon. “Sebelumnya, Rohyati ini memang beridentitas di Desa Lebo, Kecamatan Warungasem. Namun itu adalah alamat Rohyati usai menjadi TKW di Malaysia. Dan alamat orangtuanya di Denasri,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Batang Kota, AKP Asfauri mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan peristiwa yang sempat menggegerkan warganya itu. Kini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan.

“Kami belum bisa menyimpulkan, apakah korban ini mencoba membakar diri sendiri atau dibakar oleh orang lain. Saat ini kami masih dalam upaya penyelidikan. Namun yang jelas, kami sudah mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi saksi, bahwa pada saat kejadian ada seorang laki laki yang keluar dari kamar korban,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Kapolsek, pihaknya kini sedang mencari tahu keberadaan si teman pria korban. Yang mana identitasnya sudah dikantongi, dengan inisial S warga Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. “Kami juga belum mendapatkan keterangan dari korban,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments