Radar Batang

Progres Lambat, Pelaksana Proyek Jembatan Pandansari Ditegur

Jembatan Pandansari

SIDAK – Bupati Batang saat menyidak pembangunan jembatan yang mengubungkan Kabupaten batang dan pekalongan di Desa Pandansari, Kamis (8/11).
NOVIA ROCHMAWATI

WARUNGASEM – Bupati Batang, Wihaji, menyidak pelaksanaan proyek jembatan penghubung Pandansari-Karangdadap, Kamis (8/11). Wihaji sempat menegur pelaksana proyek lantaran progresnya terlambat.

Terhitung sejak dimulai Agustus lalu, realisasi pekerjaan konstruksi baru sekitar 26 persen. Padahal, sesuai jadwal proyek lanjutan itu direncanakan rampung 6 Desember mendatang.

“Pembangunanya mengalami keterlambatan, sekarang baru mencapai 26 persen padahal harus selesai 6 Desember 2018,” ujar Wihaji.

Dijelaskan, sebenarnya proyek pembangunan jembatan penghubung dua kabupaten tersebut sudah dua kali dikerjakan. Hanya saja proyek sebelumnya mangkrak, lantaran ditinggal kabur oleh pemborong tiga tahun lalu. Oleh karenanya, Wihaji berharap proyek kali ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Ia optimis jika pelaksana proyek dapat mengerjakan sesuai dengan deadline.

“Kami minta konsultan dan pelaksana proyek saling sinergi untuk mempercepat penyelesaian agar tetap waktu. Apalagi sebentar lagi musim hujan. Tentunya akan lebih susah jika proyek belum rampung ketika sudah musim penghujan,” imbuh Wihaji.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, untuk melanjutkan proyek mangkrak digelontorkan anggaran dengan nilai Rp 6 miliar. Tahun ini Pemprov Jateng kembali mengucurkan dana sebanyak Rp 3,8 miliar yang harapannya tahun ini proyek yang digarap PT Sarana Indoraya Jakarta itu dapat terselesaikan.

Perwakilan pelaksana proyek, M Afif Ulfah mengatakan, untuk mengejar keterlambatan, pihaknya akan mengerahkan para pekerja untuk menambah jam kerja atau lembur. Namun demikian, prosentase item pekerjaan tertinggi disebutnya ada pada gelagar jembatan.

 

View this post on Instagram

 

Baru 26 Persen, Bupati Wihaji Tegur Pelaksana Proyek Jembatan Pandansari-Pekalongan WARUNGASEM – Bupati Batang, Wihaji menyidak pelaksana proyek jembatan penghubung Pandansari-Pekalongan, Kamis (8/11). Wihaji sempat menegur pelaksana proyek lantaran progresnya terlambat. Pasalnya sejak dimulai Agustus lalu progresnya masih sekutar 26 persen. Sedangkan sesuai jadwal proyek ini direncanakan rampung 6 Desember mendatang. . “Pembangunanya mengalami keterlambatan, sekarang baru mencapai 26 persen padahal harus selesai 6 Desember 2018,” ujar Wihaji. . Dijelaskan, sebenarnya proyek pembangunan jembatan penghubung ini sudah dua kali dikerjakan. Hanya saja proyek sebelumnya mangkrak, lantaran ditinggal kabur oleh pemborong tiga tahun lalu. Oleh karenanya, Wihaji berharap proyek kali ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Ia optimis jika pelaksana proyek dapat mengerjakan sesuai dengan deadline. . “Kami minta konsultan dan pelaksana proyek saling sinergi untuk mempercepat penyelesaian agar tetap waktu. Apalagi sebentar lagi musim hujan. Tentunya akan lebih susah jika proyek belum rampung ketika sudah musim penghujan,” imbuh Wihaji. Selengkapnya baca di Koran Harian Pagi Radar Pekalongan dan website www.radarpekalongan.co.id #radarpekalongan#pekalongan#batang#kendal#pemalang#tegal#kotapekalongan#kabupatenpekalongan#berita#jateng#jawatengah Punya info/berita menarik? kirimkan melalui DM atau WA 082323502373

A post shared by Radar Pekalongan (@radarpekalongan) on

Karena itu, lanjut Afif, secepat mungkin gelagar akan dipasang. Jika sudah terpasang, progres pembangunan jembatan otomatis akan naik tajam.

“Mulai besok Jumaat 9 November, gelagar mulai terpasang. Begitu terpasang sudah mencapai 60 persen lebih. Kami siap menyelesaikan proyek ini sesuai dengan deadline. Meski kami akui memang 120 hari memang cukup singkat untuk pembangunan jembatan macam ini. Tapi kami harap bisa sesuai deadline, 6 Desember mendatang,”imbuh Afif. (nov)

Facebook Comments