Radar Kendal

Waspada, Investasi Bodong Manfaatkan Tokoh Agama dan Masyarakat

Sosialisasi OJK

PAPARKAN – Ketua Kadin Cahyanto, jadi narasumber Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan bertema Waspada Investasi Ilegal bagi Pelaku UMKM.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pelaku invetasi bodong kerap memanfaatkan tokoh masyarakat (tomas) maupun tokoh agama (toga) untuk menjaring investasi sebanyak-banyaknya. Hal itu karena mereka mempunyai pengaruh dan kerap menjadi panutan warga.

“Tokoh agama/masyarakat jangan mudah percaya dengan investasi yang memberikan iming-iming menggiurkan. Misalnya ada badan usaha yang memberikan iming-iming menabung Rp 10 juta dengan bunga Rp 5 juta dalam waktu singkat. Patut dicurigai,” kata Alamuddin Dimyati Rois , anggota DPR RI saat Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan bertema Waspada Investasi Ilegal bagi Pelaku UMKM, di Adilla Resto, Rabu (7/11).

Kegiatan diikuti sekitar 300 santri dari berbagai daerah di Kabupaten Kendal. Kabag Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional II Jateng-DIY Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nur Satyo Kurniawan menjelaskan, ciri-ciri investasi ilegal bisa dilihat dari segi badan hukum seperti PT, yayasan, tetapi yang mereka dirikan badan hukum, bukan badan usaha. Badan usaha tersebut harus mempunyai izin untuk menghimpun dana.”Yang bisa memberikan izin tersebut OJK,” katanya.

Ciri yang mudah memberikan iming-iming yang menggiurkan masyarakat. Pelaku investasi ilegal biasanya memberikan bunga yang sangat tinggi atau tidak masuk logika. Misalnya memberikan bunga lima persen perminggu. Bisa juga dengan sistem piramida yang mencari anggota.

“Pelaku UMKM agar memahami jika ada yang menawarkan investasi bisa ditanya keabsahannya. Bisa juga menanyakan langsung ke OJK, BI, maupun institusi terkait.Tentunya bunga yang ditawarkan logis atau tidak,” tandasnya.

Ketua Kadin Kendal, Cahyanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak ditemukan kasus investasi yang merugikan masyarakat dengan memberikan iming-iming entah berupa bunga yang menyebabkan masyarakat tertipu. “Kehadiran OJK bisa memberikan pencerahan bahwa investasi harus sesuai dengan prinsip perbankan,” kata dia. (nur)

Facebook Comments