Radar Jateng

Diduga Lakukan Kampanye Diluar Jadual, Anak Bupati Dipanggil Bawaslu

Komisioner Bawaslu tengah melakukan klarifikasi dengan putra Bupati Blora. (RmolJateng)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Blora, Kamis siang (8/11) memanggil Prayogo Nugroho, Putra dari Bupati Blora Djoko Nugroho, yang maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Jawa Tengah dari Partai Nasdem.

Bawaslu menemukan salah satu materi kampanye miliknya terpasang sebagai iklan disalah satu media online lokal Blora.

Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan mengatakan, Yoyok dipanggil untuk proses investigasi terkait penemuan dugaan pelanggaran pemilu. Karena untuk pemasangan iklan di media masa itu memiliki waktu tersendiri, Caleg atau Partai Politik hanya diberikan waktu 21 hari pemasangan iklan.

Ini sesui Pasal 275 ayat 1 huruf f, dan 276 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bahwa kampanye pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 275 ayat (1) huruf f dan huruf g, pemasangan iklan kampanye di media masa dilaksanakan selama 21 hari dan berakhir sampai dengan dimulainya masa tenang.

“Berarti pemasangannya hanya diperbolehkan memasang iklan dan advertorial kampanye pada 23 Maret sampai 13 April 2019,” kata Lulus di kantornya.

Pemanggilan ini menurut Lulus, juga dilakukan untuk menindak lanjuti apakah dalam temuan ini benar-benar ada pelanggaran kampanye. Lulus mengaku, ada sepuluh pertanyaan yang disampaikan ke yang bersangkutan perihal iklan tersebut.

“Kita sampaikan ada 10 pertanyaan kepada yang bersangkutan. Pertanyaannya seputar iklan yang beredar di media online,” ujarnya.

Selain memanggil Yoyok, Bawaslu juga memanggi salah satu caleg dari Partai Nasdem bernama Mulyadi dari dapil Blora 4, karena juga melakukan pemasangan iklan di media masa yang sama. Selain itu Bawaslu juga memanggil pengelola media tersebut untuk dimintai keterangan.

Sementara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Yoyok hingga kini belum meresponnya. (rmoljateng)

Facebook Comments