Radar Kendal

Iklim Berinvestasi di Kendal Kian Dilirik

Iklim Berinvestasi di Kendal Kian Dilirik

FOTO BERSAMA- Economic Counselor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Mr Andrew Shaw melakukan kunjungan bisnis di Kabupaten Kendal, Rabu, (7/11).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Economic Counselor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta, Mr Andrew Shaw melakukan kunjungan bisnis di Kabupaten Kendal, Rabu, (7/11). Kunjunganya karena tertarik dengan iklim berinvestasi di Kabupaten Kendal yang kini tengah menjadi sorotan investor asing.

Kehadiran sang counselor diterima langsung Bupati Mirna Annisa di Ruang Kerja Bupati. Wabup Masrus Masykur dan beberapa Pimpinan OPD juga ikut menyambut.

Kepada Bupati, Andrew Shaw menyebut banyak pengusaha dari negara Adidaya AS menanyakan daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar bagi pengembangan investasi pengusaha Amerika. Dari informasi yang diperoleh dari berbagai media, Kabupaten Kendal jadi salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi.

“Dari kunjungan ini, saya berharap mendapat banyak penjelasan tentang potensi investasi Kabupaten Kendal yang bisa dibawa untuk ditawarkan kepada para investor,” katanya.

Menurut Andrew, Kabupaten Kendal memiliki potensi ekonomi bagus tidak hanya benefit investasinya, tetapi juga kondisi sosial ekonomi lainnya. Salah satu potensi investasi yang akan direkomendasikan kepada para pengusaha Amerika adalah keberadaan kawasan industri yang terdapat di Kabupaten Kendal.

“Sudah ada KIK, ini luar biasa. Tentu kawasan industri ini punyai nilai tawar yang besar untuk masuknya investor,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Mirna Annisa saat menerima kunjungan menjelaskan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Bupati beserta jajaran juga memaparkan berbagai peluang serta potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Kendal. Beberapa sumber daya ekonomi di Kabupaten Kendal menarik perhatian. “Termasuk Kawasan Industri Kendal yang kini beberapa perusahaan di dalamnya sudah mulai beroperasi,” katanya. (nur)

PENULIS: NUR KHOLID MS

Facebook Comments