Metro Pekalongan

18 Kursi Kepala Sekolah SD dan SMP Kosong

18 Kursi Kepala Sekolah SD dan SMP Kosong

AKTIVITAS – Suasana sosialisasi Permendikbud yang dihadiri oleh Kepala SD dan SMP se Kota Pekalongan di ruang Jetayu.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 18 posisi Kepala sekolah baik tingkat SD dan SMP kosong hingga tahun 2019. Saat ini Dindik Kota Pekalongan sedang mempersiapkan diri untuk menyesuikan pengangkatan Kepala Sekolah berdasarkan Permendikbud no 6 tahun 2018.

Demikian disampaikan Kepala Dindik Kota Pekalongan Suroso MPd, usai membuka acara pembahasan Permendikbud di ruang Jetayu, Rabu (7/11).

Ia menambahkan, pola recruitmen yang berubah tentunya akan mempengaruhi proses dalam mengangkat kepala sekolah yang baru. Karena tentunya ada amanah yang cukup berat dan harus diemban dan dilaksanakan dengan baik.

“Ada berbagai tes yang harus dilewati oleh calon Kepala sekolah, mulai dari tes substansi, jika lolos baru kemudian mengikuti diklat harus lolos dan mendapatkan sertifikat, baru kemudian bisa diusulkan menjadi kepala sekolah, jadi butuh waktu yang lumayan panjang,” ungkap Roso.

Namun, menurutnya, Permendikbud ini baru akan aktif bulan April, jadi kepala sekolah terpilih yang diangkat oleh Walikota Pekalongan pada bulan Februari lalu belum menggunakan peraturan tersebut.

Sementara itu, Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz SE menambahkan pernyataanya, bahwa dengan hadirnya Permendikbud tugas kepala sekolah adalah tugas utama, bulan lagi tugas samben sebagaimana pelaksanaan terdahulu. “Sebagaiamana diketahui, kalau dulu tugas menjadi kepala sekolah itu kan tugas sambilan. Sembari dia mengajar tali juga mengemban amanah jadi kepala sekolah, nah saat ini dengan Permendikbud kepala sekolah adalah tugas utama dan ia tidak mengemban tugas yang lain seperti mengajar,” terang Saelany.

Peraturan ini menurutnya mempermudah bagi kepala sekolah untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal, bagaiamana ia mampu mengembangkan para guru serta pendidikan khususnya di Kota Pekalongan.

“Yang jelas diperlukan jiwa kepemimpinam yang kuat, karena nanti kepala sekolah ini akan menjadi SPV, inisiator serta manager atas berlangsungnya pendidikan di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Oleh karena itu, Permendikbud ini harus segera disosialisasikan dan direalisasikan. Agar semua Kepala Sekolah dan calon kepala sekolah memiliki bekal yang cukup dalam memimpin dan membangun pendidikan di Kota Pekalongan.(mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments