Radar Batang

Tenang, 2019 Disiapkan Anggaran Rp2,7 M untuk Perbaikan Jalan Warungasem

Tenang, 2019 Disiapkan Anggaran Rp2,7 M untuk Perbaikan Jalan Warungasem

USAP KEPALA – Bupati Wihaji mengusap kepala salah seorang anak yatim usai menyerahkan santunan pada giat Ngudo Roso di Cepagan, Kecamatan Warungasem, kemarin.
NOVIA ROCHMAWATI

WARUNGASEM – Momen Ngudo Roso Bupati Batang ke Cepagan Warungasem, Rabu (7/11) dimanfaatkan warga untuk mengutarakan permasalahan mereka. Salah satunya terkait kondisi jalan di Warungasem yang beberapa di antaranya mengalami kerusakan.

Menanggapi keluhan tersebut, Wihaji mengungkapkan bahwa pemerintah memang tengah menganggarkan perbaikan jalan di Kecamatan Warungasem. Terlebih setelah kondisinya semakin rusak akibat adanya proyek tol.

“Saya tidak masalah dengan aksi warga yang sempat memblokir jalan waktu itu, karena kondisi jalan yang jelek hingga menyebabkan nyawa melayang. Waktu itu saya juga marah dan langsung ke Waskita dan minta pertanggungjawaban. Dan kini beberapa jalur sudah ada yang kami benahi, dan sisanya di tahun 2019 nanti sudah kita anggarkan sekitar Rp 2,7 Miliar,” terang Wihaji.

Wihaji mengamini memang untuk 2018 proyek perbaikan jalan masih memprioritaskan wilayah Kecamatan Batang. Namun untuk 2019 ini, proyek perbaikan jalan akan mulai menyasar jalan-jalan kabupaten di berbagai kecamatan, Salah satunya di Warungasem.

DPUPR Kabupaten Batang, yang diwakili Kabid Tata Bangunan dan Lingkungan, Satriyo Rah Wicaksono ST menerangkan, pemkab sudah menganggarkan Rp 2.7 Miliar untuk perbaikan jalan di Warungasem 2019 mendatang. Anggaran tersebut dibagi menjadi dua proyek, yakni Pemeliharaan Jalan Pasekaran-Pandansari Kecamatan Warungasem sebesar Rp 1.769.885.000 dan Pengaspalan Jalan Desa Pesaren sampai dengan Desa Sawahjoho (Sidorejo-Lebo) senilai Rp 993.925.000.

“Sudah kami anggarkan, total Rp 2,7 Miliar untuk dua proyek. Yakni Pemeliharaan Jalan Pasekaran-Pandansari Kecamatan Warungasem dan Pengaspalan Jalan Desa Pesaren sampai dengan Desa Sawahjoho. Untuk yang dikeluhkan salah satu warga itu meliputi proyek yang pertama yang Pasekaran Pandasari yang senilai 1,7 Milyar,” tandasnya. (nov)

PENULIS: NOVIA ROCHMAWATI

Facebook Comments