Radar Batang

Tahun Ini, 2.251 Rumah Tak Layak Huni Direhab

Tahun Ini, 2.251 Rumah Tak Layak Huni Direhab

PENYERAHAN – Bupati Batang Wihaji didampingi Wakil Bupati Batang Suyono secara simbolis menyerahkan Bansos RTLH di Pendopo Pemkab Batang, Rabu (7/11).
M DHIA THUFAIL

BATANG – Pemkab Batang, Rabu (7/11) menyerahkan bantuan sosial rumah tak layak huni (Bansos RTLH) kepada 1.306 unit RTLH yang tersebar di 109 desa/kelurahan Kabupaten Batang.

“Total Bansos RTLH yang kita serahkan secara simbolis hari ini senilai Rp 13.060.000.000. Dana tersebut kita salurkan kepada 1.306 unit RTLH, yang mana setiap unit RTLH menerima bantuan senilai Rp10 juta,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Ari Yudianto.

Ia mengatakan, dana Bansos RTLH tersebut diambilkan dari APBD tahun anggaran 2018. Di banding tahun lalu, nilainya bahkan meningkat signifikan. Sebab di 2017, pagunya hanya sebesar Rp 6.740.000.000. “Maka jika dibandingkan tahun lalu, kenaikannya mencapai 193,77%,” imbuh Ari.

Selain dari APBD, kata dia, aliran dana untuk Bansos RTLH tahun ini juga didapat dari bantuan dana alokasi khusus (DAK) dan Provinsi. Namun, tahun 2019 mendatang Pemkab Batang juga akan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat, yang belum tahu berapa total alokasinya.

“Untuk bantuan dari DAK ada sebesar Rp 3.420.000.000, yang kita salurkan kepada 228 unit RTLH. Kemudian untuk bantuan dari Provinsi ada sebesar Rp 7.170.000.000 yang kita salurkan kepada 717 unit RTLH dan terakhir dari APBD sebesar Rp 13.060.000.000 yang kita salurkan kepada 1.306 unit RTLH. Sehingga total keseluruhan dana Bansos RTLH tahun ini ada sebesar Rp 23.650.000.000,” bebernya.

Dijelaskan Ari, tercatat jumlah RTLH di Kabupaten Batang hingga tahun 2018 ada sekitar 51 ribu lebih. Di mana dari jumlah tersebut, Pemkab Batang baru mampu menangani sekitar 5.813 unit RTLH dari tahun 2015 hingga 2018.

“Bansos RTLH ini untuk memberikan dana stimulan perbaikan rumah, agar keluarga miskin dapat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi layak huni dan sehat. Selain itu, bantuan ini juga merupakan upaya Pemkab Batang dalam menurunkan angka kemiskinan serta menumbuhkan semangat guyub rukun melestarikan rasa kebersamaan, kegotong royongan, kesetiakawanan sosial dan kepedulian masyarakat,” paparnya.

Senada disampaikan Bupati Wihaji, bahwa hingga tahun 2018 Pemkab telah menerima usulan Bansos RTLH sebanyak 50 ribu, yang dalam waktu tiga tahun ini baru mampu terselesaikan 5 ribu unit RTLH.

Sehingga, menurutnya Pemkab Batang paling tidak membutuhkan waktu sekitar 30 tahun lagi untuk dapat menyelesaikan permasalahan RTLH di Kabupaten Batang ini. Namun demikian, kata Wihaji, Pemkab terus berupaya mengalokasikan APBD nya dan besar harapan pemerinah provinsi dan pusat dapat memberikan bantuan.

“Pengurangan kemiskinan menjadi prioritas, target kita setiap tahunya mengalami penurunan walau satu digit. Tahun 2016 angka kemiskinan kurang lebih 11%, pada tahun 2017 10,80 persen dan 2018 di target turun minimal 10,50 persen, ” kata Wihaji. (fel)

PENULIS: M DHIA THUFAIL

Facebook Comments