Metro Pekalongan

Tak Sanggup Iuran, Warga Disinyalir Buang Sampah ke Sungai

Ilustrasi buang sampah di sungai. (pojoksatu.id)

KOTA PEKALONGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, sudah bertemu dengan sejumlah warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai untuk memetakan masalah mengenai pembuangan sampah ke sungai. Dalam pertemuan bersama warga Kelurahan Sapuro Kebulen, DLH menemukan permasalahan bahwa ada sebagian warga yang tidak terlayani pengambilan sampah oleh petugas sehingga disinyalir langsung membuang sampah ke sungai.

“Kami sudah bertemu dengan warga dari dua RW di Kelurahan Sapuro Kebulen. Disana kami mendapatkan data bahwa masih ada 10 persen warga yang tidak terlayani pengambilan sampah oleh petugas. Penyebabnya mereka tidak sanggup membayar iuran bulanan bagi petugas sampah. Kami sudah petakan ada 30 hingga 35 warga yang masuk kategori itu,” ungkap Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, dikatakan Purwanti pihaknya sudah meminta penjelasan mengenai teknis pengambilan sampah oleh petugas. Ternyata di wilayah tersebut ada dua petugas yang beroperasi dengan songkro dan dengan kendaraan roda tiga. 90 persen warga di wilayah tersebut, sudah terlayani dengan petugas yang ada.

“Iurannya Rp10 ribu per bulan. Mereka yang 10 persen itu tidak sanggup bayar iuran sehingga tidak ikut terlayani sehingga disinyalir membuang sampah langsung ke sungai. Dari sini kami akan coba cari solusi, kami akan kirim surat teguran sekaligus undang kembali mereka untuk berembug bagaimana solusinya. Awalnya kami akan tawarkan subsidi membayar itu tapi dikhawatirkan bisa menimbulkan iri yang lain,” tambahnya.

Dikatakan Purwanti, warga tersebut akan ditawarkan pelayanan pengambilan sampah dari DLH dengan melihat kemampuan pembayaran iurannya. “Kami akan coba tawarkan dan menanyakan berapa sebenarnya mereka mampu membayar nanti sisanya akan kami coba untuk bantu jadi tidak seluruhnya disubsidi tapi tetap ada kontribusi dari mereka,” katanya.

Tidak hanya di Sapuro Kebulen, DLH juga akan menggelar kegiatan serupa di beberapa kelurahan lain, khususnya di wilayah bantaran sungai untuk memetakan masalah yang ada. “Setelah ini kami akan ke Landungsari, mungkin Jumat akan digelar pertemuannya. Kami akan coba cari disana masalahnya seperti apa. Targetnya kedepan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di sungai,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments