Radar Batang

Waduh, Baru 49 Desa yang Bebas Buang Air Besar Sembarangan

M DHIA THUFAIL
PERTEMUAN – Bertempat di aula Kantor DPMPTP Batang digelar pertemuan organisasi profesi dan linsek dalam rangka penggalangan komitmen menuju Batang ODF Tahun 2019.

BATANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang ditarget mampu menuntaskan masalah perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada akhir tahun 2018. Sebab, hingga menjelang akhir tahun ini, baru 49 desa dari total 248 desa di Kabupaten Batang yang sudah terbebas dari perilaku itu atau Open Defecation Free (ODF).

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Hidayah Basbeth mengatakan, sedikitnya masih ada 199 desa dari 248 desa di Kabupaten Batang hingga menjelang akhir tahun 2018 masih belum terbebas dari perilaku BABS.

“Ya, dari 248 desa yang ada, baru 49 desa di Kabupaten Batang yang sudah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Artinya, masih ada 199 Desa yang belum terbebas dari perilaku itu,” ungkap Basbeth, dalam pertemuan organisasi profesi dan libsek dalam rangka penggalangan komitmen menuju Batang ODF 2019, Selasa (6/11).

Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk terus menggalakkan Batang bebas BABS, seperti diantaranya dengan memberikan bantuan kepada masyarakat melalui dana APBD yang bersifat stimulan untuk menanggulangi ODF, dengan memberikan closed leher angsa,semen, dan paralon.

“Sayangnya, hal tersebut tidak juga berjalan mulus dan banyak menemui kendala, lantaran tidak semua masyarakat membuat jamban setelah menerima bantuan,” ujar Basbeth.

Di sisi lain, kata dia, Dinkes juga akan bersinergi dengan lintas sektor dan organisasi profesi yang dimaksudkan untuk bekerja sama mengatasi masalah tersebut. “Sosialisasi juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perilaku BABS, yang mana jika kesadaran masyarakat masih rendah juga menjadi kendala,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menyampaikan, untuk bebas dari BABS, tahun 2019 Kabupaten Batang akan mendepat bantuan Rp 11 miliar untuk penataan dan membebaskan masyarakat dari BABS. Hal tersebut akan menjadi program prioritas melalui Dinkes

“Untuk mewujudkan ODF di Batang, kami meminta antar leading sektor seperti polsek, koramil, Kepala Desa, dan organisasi profesi untuk merubah mental orang desa agar membiasakan buang air di closed. Tidak lupa juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bersih,” pesannya.

Staf ahli Gubernur Jateng Bidang Pengembangan Energi, Tegoeh Wynarno Haroeno MM menyatakan, untuk mewujudkan daerah ODF itu merupakan pekerjaan yang mudah, yang diperlukan hanya merubah kebiasaan masyarakat saja.

“Nah, untuk merubah kebiasaan tersebut, butuh komitmen bersama antar semua pihak dan bekerja nyata untuk merubah kebiasaan yang tidak benar menjadi terarah, yakni mewujudkan tidak buang air besar sembarangan,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments