Radar Kajen

Diduga Akibat Tabung Gas Meledak, 440 Kios dan Los Ludes

M Hadian
PADAM – Api yang membakar pasar Wiradesa akhirnya berhasil dipadamkan pagi kemarin, tepat pada pukul 05.30 WIB.

WIRADESA – Pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/11) dini hari, hangus terbakar. Sebanyak 440 kios dan los milik pedagang hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kebakaran mengakibat kerugian sekitar Rp1miliar lebih.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, kebakaran terjadi sejak pukul 02.00 dini hari. Diduga, kebakaran berasal dari tabung gas yang meledak di sebuah warung yang berada di sisi tengah pasar eks terminal tersebut. Api dengan cepat merambat ke toko dan los di pasar.

Warga yang mengetahui kebakaran langsung berhamburan ke pasar yang berada di Selatan Jalan Pantura. Mereka bahu membahu mencoba untuk menghambat kebakaran dengan menyiram air. Namun, api tak juga bisa dipadamkan. Polisi yang mengetahui kebakaran langsung mengundang pasukan pemadam kebakaran.

Semua personil Damkar dari Kabupaten Batang, Kota dan Kabupaten Pemalang diterjunkan untuk memadamkan api yang melalap pasar tradisional tersebut. Setidaknya ada enam hingga tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan sejak si jago merah melalap yang berada di tepi Pantura Pekalongan itu. Satu truk tangki air juga turun untuk menjinakkan api.

Untuk menjinakkan, setidaknya butuh waktu empat jam petugas memadamkan kobaran api di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pagi kemarin. Damkar yang dibantu relawan PMI, Kodim 0710 Pekalongan dan BPBD Kabupaten Pekalongan baru bisa memadamkan api tepat pukul 05.30 WIB.

Beberapa saksi mata menuturkan, sebelum api membesar terdengar suara ledakan keras yang berasal dari warung makan di tengah pasar.

“Di tengah pasar itu ada empat warung makan. Sekitar pukul 03.00 WIB, api sudah menyala dan membakar dua kios satu di antaranya warung makan,” ujar Bagiyo (45) pedagang kubis di Pasar Wiradesa, Rabu (7/11).

Sementara Kepala Pasar Wiradesa, Eko Sulistyo menjelaskan, Pasar Wiradesa dibagi menjadi dua bagian, yaitu pasar sisi timur dan barat yang dipisahkan oleh jalan di tengah pasar.

“Total keseluruhan pedagang ada sekitar 1400 orang, dan yang terbakar pasar sisi barat pasar. Di sisi barat ada 18 kios permanen, 341 los, lapak eceran 50. Sehingga ditotal yang mengalami kerugian sekitar 409 pedagang,” terang Eko.

Berdasarkan informasi yang ia dapat dari sejumlah pedagang, dugaan kebakaran berasal dari ledakan tabung gas di warung yang ada di tengah pasar.

“Menurut para pedagang sih begitu, namun penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak berwajib,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments