Radar Pendidikan

Unik, Rabu Pungkasan Sekolah Ini Gelar Udik-udikan

FAKHRUN NISA
BEREBUT – Siswa MSI 15 Medono berebut untuk mendapatkan uang koin dari tradisi udik-udikan di sekolah, Rabu (7/11).

KOTA – Bertepatan dengan hari Rabu Pungkasan atau Rabu terakhir di bulan Shofar penanggalan hijriah, yang jatuh pada Rabu (7/11), MSI 15 Medono menggelar tradisi udik-udikan di sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah dan diikuti oleh siswa kelas 3 hingga kelas 6.

Kepala MSI 15 Medono, Zuhri, menuturkan tradisi udik-udikan dilaksanakan sebagai bentuk sedekah di Rabu Pungkasan. Dana yang dijadikan sebagai bahan udik-udikan berasal dari iuran para guru MSI 15 Medono.

“Ada riwayat yang mengatakan bahwa di Rabu Pungkasan itu ada 360.000 bala yang turun ke dunia ini. Salah satu anjuran untuk menolak bala adalah dengan bershodaqoh. Guru-guru kami imbau untuk bershodaqoh dan uang yang terkumpul kami tukarkan dengan koin untuk udik-udikan,” ujarnya kepada Radar, Rabu (7/11).

Menurut Zuhri, siswa MSI 15 Medono sangat antusias ketika mengikuti udik-udikan. Mereka sudah menanti kegiatan tersebut sejak beberapa hari yang lalu. Udik-udikan dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama diikuti oleh siswa kelas 3-4 dan sesi kedua diikuti oleh siswa kelas 5-6. Disebutkan, tradisi udik-udikan di MSI 15 Medono mulai rutin diselenggarakan sejak tahun lalu.

“Dari kemarin anak-anak sudah bertanya dan menagih udik-udikan di Rabu Pungkasan. Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar. Siswa kelas 1-2 tidak bisa ikut udik-udikan karena tadi ada imunisasi sehingga mereka pulang lebih dulu,” jelasnya.

Selain untuk melestarikan tradisi udik-udikan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai pembelajaran karakter sedekah bagi siswa MSI 15 Medono. Momen Rabu Pungkasan bisa dimaknai baik dengan meningkatkan amal ibadah serta sedekah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan contoh kepada siswa, bahwa salah satu cara untuk menolak bala di Rabu Pungkasan adalah dengan melaksanakan shodaqoh yang bentuknya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah tradisi udik-udikan ini. Diharapkan, siswa menajdi gemar bersedekah dan semakin meningkatkan ibadahnya,” tandas Zuhri. (run)

Facebook Comments